Breaking News:

Cari Oleh-oleh Khas Pangandaran? Coba Renyah dan Gurihnya Keripik Debong Pisang

Debong pohon pisang yang memiliki kandungan vitamin C ini, dapat dimanfaatkan warga untuk diolah menjadi makanan ringan

Tribunjabar
Keripik Debong Pisang Oleh-Oleh Khas Pangandaran 

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler pasti sudah tidak asing dengan makanan ringan semacam keripik atau seriping?

Rasanya yang gurih dan renyah membuat traveler ingin mencobanya.

Nah, makanan ringan ini adalah Keripik Debong Pisang.

Kreatif dan inovatif, warga di Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, mengubah debong pohon pisang menjadi makanan yang enak dan layak konsumsi.

Debong pohon pisang yang memiliki kandungan vitamin C ini, dapat dimanfaatkan warga untuk diolah menjadi makanan ringan, yang dapat di makan saat sedang santai atau ngobrol sama teman.

Mencarinya juga tidak susah, karena pohon pisang ini banyak tumbuh di wilayah perkampungan dan hampir semua memiliki pohon pisang.

Baca juga: Keripik Belut, Kuliner Renyah dan Gurih yang Bisa Jadi Oleh-oleh Saat Liburan ke Jogja

Semua bagian pohon pisang ini, seperti buah pisang dan daunnya, banyak di manfaatkan oleh semua warga, tapi dengan bagian bonggol dan batangnya jarang di manfaatkan oleh warga.

Kebanyakan warga membuangnya atau digunakan untuk pupuk pohon pisangnya sendiri.

Namun, beda dengan yang satu ini, beberapa ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), debong pohon pisang ini dapat digunakan sebagai bahan dasar membuat makanan ringan krispi yang renyah.

Debong pohon pisang yang dulunya sering dibuang, kini mereka olah menjadi makanan ringan Keripik Krispi Debong atau Krisbong.

Cara untuk mengolah pun tidak terlalu rumit, setelah debong batang pohon tersedia, debong tersebut diiris tipis-tipis dan direndam satu hari satu malam dengan menggunakan kapur sirih.

Tujuannya, adalah untuk menghilangkan rasa keset pada debong pohon pisang tersebut.

Setelah dilakukan pengirisan, selanjutnya hasil irisanya dicampur tepung kering dan langsung ke proses penggorengan.

Kemudian hasil penggorengannya, dicampur bumbu penyedap rasa seperti atom atau lainnya sesuai dengan rasa yang diinginkan.

Tapi ingat, debong yang bisa diolah menjadi Krisbong, hanya debong pohon pisang kepok karena saat dikonsumsi rasanya tidak keset.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Tunggilis, Atik mengatakan ini hasil karya kreativitas dan inovasi yang muncul dari kelompok.

"Awalnya, dulu hanya dikonsumsi oleh kelompok saja, ketika sedang kumpulan," kata Atik, saat ditemui Tribun Jabar dirumahnya, Rabu (13/1/2021).

Tapi, kata Atik, kemungkinan dari mulut ke mulut orang lain tahu, dan alhamdulillah dengan perlahan mulai ada yang memesan.

"Harganya pun sangat terjangkau di kalangan masyarakat, mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per kemasannya," katanya.

Namun , imbuh Atik, sebenarnya itupun tergantung pemesanan, kalau pesanannya banyak, tentunya harga bisa nego.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved