Breaking News:

Sejarah Tragis Vasa, Kapal Perang Swedia yang Hanya ‘Kuat’ Berlayar 20 Menit 

Pada 1628, Angkatan Laut Kerajaan Swedia memulai debutnya dengan Vasa, sebuah kapal perang sepanjang 226 kaki yang mengesankan. 

Jorge Láscar from Melbourne, Australia, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons
Kapal Vasa 

Kondisi itu membuat kapal dibanjiri air, mendorongnya ke dasar sungai yang lokasinya satu mil laut dari Pelabuhan Stockholm.

Korban Tenggelamnya Kapal Vasa

Kira-kira 30 orang tewas dalam tenggelamnya Vasa, dan akibatnya putra mahkota melancarkan penyelidikan.

Penyelidikan dilakukan oleh komisi khusus yang terdiri dari 17 anggota dewan dan perwira angkatan laut.

Komisi khusus tersebut diketuai oleh kakak tiri raja, Laksamana Alam Karl Karlsson Gyllenhielm. 

Para perwira yang masih hidup dan perwira kecil senior diinterogasi di depan komisi.

Para perwira dan anggota kru mengatakan mereka tidak mengetahui adanya kesalahan dan bahwa semuanya telah dalam kondisi prima sebelum peluncuran Vasa kapal perang.

Tetapi pengakuan dari kepala kapal Jöran Matsson mengejutkan komisi. 

Menurut Matsson, demonstrasi yang diperintahkan oleh Kapten Söfring Hansson telah dilakukan sebulan sebelum peluncuran.

Demonstrasi tersebut disaksikan oleh Wakil Laksamana Klas Fleming, wakil Gyllenhielm, dan melibatkan 30 awak kapal yang berlari bolak-balik melintasi geladak untuk menguji stabilitasnya.

Mereka menemukan bahwa kapal itu sangat tidak stabil. 

Terlepas dari penemuan yang mengganggu ini, Fleming gagal melaporkannya kembali kepada atasannya, mungkin karena tekanan dari raja untuk ingin peluncuran kapal secepat mungkin.

Sama seperti penyelidikan yang ditemukan, studi modern tentang sisa-sisa kapal mengkonfirmasi bahwa desain ambisius kapal menyebabkan kematiannya sebelum waktunya.

Semua ini, dikombinasikan dengan perintah raja untuk mempercepat Vasa debut, membawa hasil akhir yang sangat dahsyat. 

Bangkai kapal tetap berada di dasar Laut Baltik selama lebih dari 300 tahun.

Menggali Kapal Perang Swedia Vasa

Tenggelamnya Vasa mungkin pernah menjadi noda sejarah Swedia pada satu titik, tetapi hari ini, kapal yang direkonstruksi telah menjadi daya tarik wisata yang sangat besar.

Pada 1961, upaya resmi untuk memulihkan kapal yang tenggelam diluncurkan oleh para arkeolog.

Tetapi struktur kayu kapal yang rapuh membuat pengambilannya menantang.

Untungnya, suhu dingin dan tingkat oksigen yang rendah di dasar Laut Baltik menjaga keutuhan kapal dan melindunginya dari bakteri dan "cacing kapal", yang biasanya menyerang kapal yang tenggelam di iklim yang lebih hangat. 

Sekitar 95 persen tubuh kapal berhasil diselamatkan secara utuh.

Setelah kapal ditarik dari dasar sungai, tim penyelam bekerja selama tiga tahun untuk mengumpulkan bagian-bagian yang jatuh dari kapal, seperti bagian tiang depan dan tiang utama, beberapa patung, dan kepala paruh yang roboh. 

Setelah kapal dirakiy kembali, seluruh bagian luarnya disemprot dengan zat lilin yang disebut polietilen glikol, atau PEG, untuk mencegahnya rusak.

Arkeolog berhasil menemukan lebih dari 40.000 item dari dalam lambung kapal. 

Butuh waktu 30 tahun untuk membuat katalog dan itu dianggap sebagai satu upaya ilmiah terbesar sejak awal di bidang arkeologi maritim.

Pada 1990, Vasa dipamerkan untuk pertama kalinya di depan umum di Museum Vasa di Stockholm, hingga kini.

Vasa tetap menjadi satu-satunya kapal perang abad ke-17 yang berhasil diawetkan yang ada di dunia.

Baca juga: Catat! Syarat Naik Kapal Laut Selama PPKM, Harus Lampirkan Rapid Test Antigen

Baca juga: Kapal Pesiar Ini Berencana untuk Melanjutkan Pelayaran pada Akhir Januari 2021

Baca juga: Misteri Hilangnya Kapten Smith Saat Kapal Titanic Tenggelam, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Baca juga: Pencarian Kapal Hilang yang Berlayar Melalui Segitiga Bermuda Dibatalkan, Ini Alasannya

Baca juga: Kuburan Paus hingga Kapal Penuh Emas, Ini 10 Hal Teraneh yang Ditemukan di Gurun Pasir

Ambar Purwaningrum/TribunTravel

Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Rizky Tyas Febriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved