Breaking News:

Seluruh Kru Maskapai Singapore Airlines Diminta Memakai Alat Pelacak, Kenapa Ya?

Singapore Airlines kini meminta para kru memakai alat pelacak selama masa singgah untuk memastikan mereka manaati aturan Covid-19.

Flickr/ Simon Morris
Ilustrasi maskapai Singapore Airlines Airbus A350-900 

TRIBUNTRAVEL.COM - Anggota kru maskapai Singapore Airlines dilarang meninggalkan kamar hotel mereka ketika singgah di tempat peristirahatan.

Larangan itu dilakukan untuk memastikan agar mereka mematuhi peraturan.

Bahkan Singapore Airlines kini meminta para kru memakai alat pelacak selama masa singgah mereka.

Diketahui, ada serangkaian insiden yang melibatkan kru maskapai penerbangan terkait aturan pencegahan Covid-19.

Melansir laman Simple Flying, Rabu (13/1/2021), seorang pramugari KLM ditangkap di Singapura karena meninggalkan kamar hotel mereka pada pertengahan Desember lalu.

Baca juga: Singapore Airlines Terapkan Verifikasi Kesehatan Digital, Seperti Apa ya?

Salin itu, seorang pilot EVA Air dipecat setelah terbukti membawa Covid-19 kembali ke Taiwan dari Amerika Serikat dan gagal mematuhi upaya pelacakan serta penelusuran pihak berwenang.

Ada juga kasus terkenal di China yang meminta pramugari mengenakan popok di dalam pesawat untuk menghindari penggunaan toilet.

Tidak ada interaksi

Dalam upaya terbaru untuk menghentikan kemungkinan kasus Covid-19, Singapore Airlines meningkatkan pengawasan terhadap karyawannya.

Menurut The Straits Times, kru pesawat dari Singapore Airlines yang singgah di luar negeri harus memakai alat pelacak.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka mematuhi aturan yang mewajibkan untuk tetap berada di kamar hotel setiap saat.

Ilustrasi pesawat dari maskapai Singapore Airlines
Ilustrasi pesawat dari maskapai Singapore Airlines (unsplash/@widenka)

Mereka juga dilarang berinteraksi secara fisik satu sama lain selama masa singgah.

"Jika kamu terbang selama 16 hingga 18 jam ke New York lalu harus tinggal di kamar sendirian, itu bisa sangat sulit. Tetapi kru maskapai memahami bahwa ini perlu dilakuakan," kata Alan Tan, Presiden Serikat Staf Singapore Airlines.

"Ada beberapa kekhawatiran tentang kasus dari luar negeri pada penerbangan, tapi itu bagian dari pekerjaan kami. Kru maskapai bisa cuti jika merasa tidak nyaman untuk terbang," tambahnya.

Jarak sosial di pesawat

Kebijakan ini mengikuti peraturan untuk kru maskapai dari Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) yang mulai berlaku sebelum Tahun Baru 2021.

Untuk mematuhi persyaratan social distancing, pramugari Singapore Airlines tidak boleh berkumpul di dapur, mengatur waktu makan, dan tetap berada di area kerja yang dialokasikan di pesawat.

Mereka juga harus menjaga jarak selama pengarahan sebelum penerbangan dan transportasi khusus mereka dari dan ke bandara.

Selain kewajiban mengenakan masker dalam penerbangan, face shield dan sarung tangan juga dianjurkan untuk interaksi dengan penumpang.

Pada penerbangan dari Inggris Raya dan Afrika Selatan, kru maskapai wajib mengenakan APD lengkap, termasuk masker N95 dan pakaian pelindung.

3 kali tes dan 7 hari karantina

Saat kembali ke Singapura, kru maskapai harus langsung menuju ke rumah mereka setelah menjalani tes PCR awal.

Jika datang dari daerah berisiko tinggi, mereka harus mengisolasi diri setidaknya selama tujuh hari.

Mereka kemudian harus mengambil tiga tes PCR terpisah, satu kali saat tiba, satu lagi setelah tiga hari kedatangan, dan terakhir setelah jangka waktu seminggu.

Sejauh ini, hanya ada dua kasus terkonfirmasi terkait kru maskapai Singapore Airlines yang dinyatakan positif terkena virus.

Kasus pertama adalah seorang kru pesawat yang kembali dari New York pada 16 Desember, dan yang kedua adalah seorang pilot yang kembali dari London pada 22 Desember 2020 lalu.

Baca juga: Restoran Eksklusif di Pesawat A380 Singapore Airlines Perpanjang Hari Kunjungan Buat Turis

Baca juga: Terdampak Covid-19, Ini 3 Inisiatif Singapore Airlines untuk Tetap Terlibat dengan Pelanggan

Baca juga: Singapore Airlines Kenalkan Protokol untuk Tingkatkan Keamanan Perjalanan Penumpang

Baca juga: Singapore Airlines Group Rilis Protokol Baru Penerbangan, Beri Kit Kesehatan untuk Penumpang

Baca juga: 12 Rute Penerbangan Langsung Terjauh di Dunia, Singapore Airlines terbang Sejauh 9,534 Mil

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Nurul Intaniar
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved