Breaking News:

Rekomendasi Kuilner

Icip Asam Pahit Java Ijen Raung, Kopi Terbaik dari Bondowoso dengan Rasa Khas dan Unik

Kabupaten Bondowoso terkenal sebagi surganya kopi dan produk terbaiknya adalah kopi Java Ijen Raung yang memilki rasa unik dan khas.

Instagram.com/@bondowosogemilang
Ilustrasi petani biji kopi Java Ijen Raung khas Kabupaten Bondowoso 

TRIBUNTRAVEL.COM - Buat kamu pecinta kopi wajib rasanya mencoba kopi asli dari dari satu wilayah di Jawa Timur yaitu Kabupaten Bondowoso.

Kopi arabika java ijen raung adalah satu jenis produk kopi terbaik dari Bondowoso yang memiliki rasa unik dan nikmat.

Rasa dari kopi tersebut berasal dari proses prawatan yang intensif serta pengaruh kondisi geologi kontur tanah di Kabupaten Bondowoso.

"Java Ijen Raung ditanam di hamparan tanah subur yang terletak di antara gunung aktif Ijen dan Raung. Itu yang membuat cita rasanya berbeda dengan kopi lain, yakni asam dan manis alami. Kami akan mempertahankan cita rasa itu," ungkapnya.

Cita rasa terdesebut dapat kamu dapatkan secara alami saat kopi Java Ijen Raung ini diseduh.

Popularitas kopi varietas arabika itu tak terlepas dari kepiawaian dan kegigihan para petani, salah satunya Suyitno (64) warga Jalan Kawah Ijen, Sukosari, Bondowoso.

Baca juga: 9 Kuliner Khas Bondowoso yang Sayang untuk Dilewatkan, Ada Tape Manis hingga Tapai Ngambeng

Suyitno sudah menjadi petani kopi sedari tahun 1986. Mulanya, ia menanam kopi jenis robusta di lahan milik Perhutani tepatnya di Blok Se Topeng lereng Ijen-Raung dengan ketinggian 1400 MDPL.

"Saya mencoba menanam kopi robusta di lahan milik Perhutani seluas 2 hektare," katanya, Kamis (7/1).

Pensiunan polisi ini memang punya bakat bertani sejak kecil. Sehingga, ia berhasil memanen kopi robusta saat pertama kali menanam. Kopi robusta tersebut pun kemudian dijual oleh Suyitno.

Ilustrasi Kopi
Ilustrasi Kopi (theweek.com)

"Kopi robusta hasil tanam saya lumayan laris terjual. Sehingga saya menambah luas area pertanian kopi di lahan Perhutani menjadi 6 hektare," terangnya.

Karena berbuah manis, Suyitno melanjutkan menanam sekaligus memproduksi kopi robusta hingga puluhan tahun.

Namun, seiring berjalannya waktu, kopi arabika mulai masuk dan dikenal di kalangan petani Sukosari.Kopi arabika diketahui punya cita rasa yang berbeda dari robusta. Penjualan kopi arabika pun melejit di berbagai daerah.

Karena faktor itu, para petani Sukosari ramai-ramai beralih menanam kopi arabika.

"Saya tidak langsung banting setir menanam kopi arabika. Saya baru menanam arabika tahun 2016," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved