Breaking News:

Alami 'Bird Strike' hingga Asap Keluar dari Roda Pendaratan, Pesawat Ini Mendarat dengan Selamat

Akibat 'bird strike' pesawat itu mengalami berbagai masalah seperti kebocoran hidrolik yang menyebabkan munculnya asap dari roda pendaratan pesawat.

Flickr/ Technik Museen Sinsheim Speyer
Ilustrasi roda pesawat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Maskapai British Airways berhasil mendarat dengan selamat setelah mengalami 'bird strike'.

Dilaporkan insiden ini terjadi pada pekan lalu dalam pesawat Boeing 777-300 ER British Airways.

Setelah mengalami 'bird strike' pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat di Lagos, Nigeria.

Akibat 'bird strike' pesawat itu mengalami berbagai masalah seperti kebocoran hidrolik yang menyebabkan munculnya asap dari roda pendaratan pesawat.

Baca juga: Ada Laporan Alat Peledak dalam Kabin, Pesawat Ini Terpaksa Lakukan Pendaratan Darurat

Melansir laman Simple Flying, Senin (4/1/2021), penerbangan British Airways BA75 adalah layanan terjadwal dari pangkalannya di London Heathrow ke Bandara Internasional Lagos Murtala Muhammed di Nigeria.

Pesawat milik maskapai British Airways
Pesawat milik maskapai British Airways (IST/vietnamplus.vn)

Maskapai penerbangan berbendera Inggris ini mengoperasikan penerbangan setiap hari, dengan jadwal keberangkatan pukul 11.05.

Dengan jadwal kedatangan di Nigeria pukul 18.40 waktu setempat.

FlightRadar24.com melaporkan bahwa pada 30 Desember 2020, penerbangan BA75 berangkat dari London terlambat lebih dari satu jam.

Lepas landas dari landasan pacu 27R Heathrow terjadi pada 12.12, sekitar 86 menit terlambat dari jadwal.

Memang, pendaratan di Nigeria hanya terlambat setengah jam yakni pukul 19.10, setelah 5 jam 50 menit di udara.

Namun, itu tidak berarti bahwa penerbangan tersebut tidak mengalami masalah.

Menurut The Aviation Herald, pesawat tersebut mengalami beberapa 'bird strike' selama pendaratannya di landasan terpanjang di Lagos, 18R.

Akibatnya terjadi kebocoran hidrolik pada pesawat.

Untuknya pesawat dapat dengan aman mendarat dan mengosongkan landasan sesuai rencana.

Akan tetapi, saat meluncur dari landasan pacu ke stand-nya, pesawat kehilangan kemudi roda depan.

Masalah dengan roda pendaratan utama juga muncul, dengan asap yang keluar dari roda tersebut.

Sementara itu, sistem C hidrolik pesawat menunjukkan kuantitas nol.

Ini berarti bahwa cairan hidroliknya benar-benar terkuras.

Menyusul masalah ini, awak pesawat memilih untuk menghentikan pesawat di taxiway, dan mengumumkan PAN PAN melalui radio. 

Namun, meski sudah berkali-kali mencoba melakukan kontak, awalnya tidak ada tanggapan dari layanan darurat.

Tonton juga:

Akhirnya, 11 menit setelah mendarat, dua petugas pemadam kebakaran berjalan ke pesawat dengan berjalan kaki dengan alat pemadam genggam.

Lima menit kemudian mereka diikuti oleh truk pemadam kebakaran yang lebih besar.

Kemudian ditetapkan bahwa asap yang keluar dari roda pendaratan disebabkan oleh cairan hidrolik yang menetes ke rem pesawat.

Setelah perbaikan sementara pesawat, FlightRadar24.com melaporkan bahwa pesawat tersebut berangkat dari Lagos ke London keesokan paginya pada 05.03 waktu setempat.

Baca juga: Kecelakaan Berujung Tragis, Pesawat Ini Tabrak Rumah Warga

Baca juga: Pria ini Ceritakan Pengalaman Mengerikan Bergelantung di Roda Pesawat Selama 11 Jam

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Penumpang Dilarang Tukar Tempat Duduk Sembarangan di Pesawat

Baca juga: Maskapai Thailand Larang Layanan Makan dan Minum di Pesawat, Begini Alasannya

Baca juga: Momen Menegangkan Pesawat Terbang Menabrak Balon Kembang Api saat Mendarat

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved