Breaking News:

Kisah Tragis di Balik Megahnya Jembatan Brooklyn, Tewaskan Banyak Orang Selama Pembangunannya

Tahukah kamu di balik kemegahan jembatan yang mulai pembangunan pada 2 Januari 1870, ada kisah tragis di baliknya.

dfsym /Pixabay
Jembatan Brooklyn di New York, Amerika Serikat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Liburan ke New York akan terasa kurang jika belum melewati Jembatan Brooklyn,

Jembatan Brooklyn dikenal sebagai ikon New York.

Tahukah kamu di balik kemegahan jembatan yang mulai pembangunan pada 2 Januari 1870, ada kisah tragis di baliknya.

Jembatan gantung ini membentang di atas East River dari Brooklyn ke Manhattan di New York City.

Melansir History, pembangunan jembatan ini memakan waktu 14 tahun, dan menurut catatan jurnalis Brooklyn Eagle, David McCullough, mengakibatkan 21 orang pekerja, sebagian besar imigran kehilangan nyawanya.

Sementara itu, berdasarkan penuturan asisten insinyur, C.C. Martin, jumlah pekerja yang meninggal akibat pembangunan jembatan Brooklyn adalah 27 orang.

Sedangkan kepala mekanik, E.F. Farrington, mengatakan, jumlah pekerja yang meninggal dunia diperkirakan tidak kurang dari 40 orang.

"Seandainya kami tahu akan ada begitu banyak yang terluka, kami akan mencatat nama-nama mereka, tetapi kami tidak pernah membayangkan ada orang yang terluka, atau bahwa jembatan akan menghabiskan waktu begitu lama dalam pembangunan," kata C.C. Martin.

Korban pertama

Beberapa bulan sebelum konstruksi dimulai, proyek jembatan Brooklyn telah menelan korban pertamanya, yakni sang perancang jembatan.

Pada 28 Juni 1869, insinyur sipil kelahiran Jerman, John A. Roebling, sedang mengamati lokasi menara jembatan di atas kapal feri di sepanjang tepi perairan Brooklyn ketika kaki kanannya tersangkut dan tergilas kapal yang berlabuh.

Jembatan Brooklyn di New York
Jembatan Brooklyn di New York (Monica Volpin /Pixabay )

Kecelakaan itu mengakibatkan dua jari kakinya harus diamputasi. Kurang dari sebulan setelah kecelakaan aneh itu, Roebling terjangkit tetanus dan meninggal dunia.

Akibatnya, putranya yang berusia 32 tahun, Washington Roebling, menggantikan dirinya bertanggung jawab atas proyek raksasa tersebut tanpa direncanakan sebelumnya.

Sementara itu, kematian pertama saat proses konstruksi terjadi pada 23 Oktober 1871, ketika sepasang derek yang digunakan untuk mengangkut balok granit ke puncak menara jembatan di sisi Brooklyn tiba-tiba jatuh.

Sebuah balok kayu menimpa bagian atas kepala John French, sementara seorang pria bernama Dougherty tertimpa tiang derek.

John McGarrity meninggal saat mencoba melompat ke tempat yang aman, dan tukang batu Thomas Douglas kemudian meninggal karena luka-lukanya.

Proses konstruksi yang berbahaya

Untuk membangun fondasi menara jembatan, para insinyur menenggelamkan sepasang bilik yang terbuat dari kayu dan baja, serta kedap air, yang disebut caissons.

Para pekerja yang ada di dalam caissons dijuluki 'sandhog'.

Mereka bekerja dengan sekop dan juga dinamit untuk menggali dasar sungai.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved