Breaking News:

Penumpang Pesawat Disarankan Rapid Test Antigen H-1 Keberangkatan

Saat ini, 14 dari 15 bandara-bandara AP I termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah melayani rapid test antigen.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang mulai dipadati penumpang saat penerbangan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (AP I) Devy Suradji mengimbau agar seluruh penumpang pesawat sudah melakukan rapid test antigen sehari sebelum jadwal penerbangan.

“Bukan minta orang melakukan tes sehari sebelum keberangkatan, tapi kalau bisa sehari sebelum keberangkatan sudah tes duluan,” katanya.

Pernyataan tersebut dia tuturkan dalam konferensi pers virtual “Update Angkutan Nataru 2020-2021”, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, hal tersebut untuk mengurangi rasa panik yang dirasa calon penumpang jika harus menunggu antrean lantaran baru melakukan rapid test antigen pada saat hari keberangkatan.

Selain itu, penumpang yang sehari sebelum jadwal terbang sudah memegang hasil tes tidak akan merasa terburu-buru, siap, merasa nyaman saat hari keberangkatan, dan mengurangi kerumunan orang di bandara.

Saat ini, 14 dari 15 bandara-bandara AP I termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah melayani rapid test antigen.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Instagram/ @baliairport)

“Fasilitas diharapkan bagi mereka yang tidak punya (fasilitas pemeriksaan di wilayahnya) atau last minute ada perubahan jadwal. Itu pun kita sarankan yang terpaksa di bandara datang jauh lebih awal,” jelas Devy.

Dia menambahkan, meski proses rapid test antigen hanya memakan waktu sekitar 15 menit namun yang dibutuhkan tidak hanya hasil melainkan surat keterangannya.

Adapun, proses pembuatan surat dan pemeriksaan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memakan waktu yang cukup lama sehingga seluruh proses akan memakan waktu sekitar 60 menit.

“Yang punya keluarga besar tolong tes sebelum berangkat. Sehari dua hari sebelumnya sudah tes. AP I bukan fasilitas kesehatan, tapi layanan terdapat di bandara karena untuk kebutuhan keberangkatan penumpang,” tegas Devy.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved