Breaking News:

Libur Akhir Tahun 2020

Jelang Malam Pergantian Tahun, Polres Bogor Akan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Puncak

Kapolres Bogor AKBP, Roland Ronaldy mengatakan, rekayasa lalu lintas ini menggunakan skema buka tutup di mulai 31 Desember 2020.

WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Ilustrasi kemacetan di Jalur Puncak, Bogor 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menjelang malam pergantian tahun, Polres Bogor akan melakukan rekayasa lalu lintas di jalur Puncak Bogor, Jawa Barat.

Kapolres Bogor AKBP, Roland Ronaldy mengatakan, rekayasa lalu lintas ini menggunakan skema buka tutup di mulai 31 Desember 2020.

Apabila situasi lalu lintas di kawasan Puncak Bogor mulai padat menjelang malam Tahun Baru 2021, maka jalan akan ditutup selama 12 jam.

Baca juga: Sebelum Jalur Pendakian Ditutup, Ini Syarat Mendaki Gunung Prau yang Harus Diketahui

"Kalau kapasitas di atas (Puncak) sudah melebihi 50 persen. Maka kita tutup dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi dan tentu akan memutar balik wisatawan," kata Roland usai konferensi pers akhir tahun di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa (29/12/2020).

Terkait mekanismenya, sebut Roland, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Cianjur mengenai kendaraan yang akan melaju dari arah Jakarta, Bogor, dan Cianjur supaya menggunakan jalur alternatif.

Hal tersebut bertujuan agar masyarakat setempat bisa terhindar dari kemacetan ketika rekayasa diberlakukan.

Pemandangan dari kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat
Pemandangan dari kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat (Picasaweb.google.com)

"Jadi saya kembali tegaskan bahwa pada malam Tahun Baru nanti tidak akan ada acara (perayaan) di hotel ataupun villa, jadi wisatawan luar Bogor tidak perlu lah ke Puncak," tegas Roland.

Di samping itu, kata dia, tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor juga akan melakukan pengecekan hasil swab antigen yang dilakukan paling lama 3x24 jam sebelum kedatangan wisatawan.

Setidaknya, pihak kepolisian bersama TNI dan Satpol PP akan melakukan pengawasan ketat untuk menegakan disiplin protokol kesehatan di sejumlah lokasi yang menimbulkan kerumunan.

Menurut Roland, rencana penutupan jalur Puncak Bogor tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di kawasan Puncak Bogor.

Sebab, kawasan berhawa dingin yang terdiri dari tiga kecamatan yakni, Ciawi, Cisarua dan Megamendung sudah masuk zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19.

"Kita lihat dari masing-masing keramaian, tempat makan, kemudian kerumunan dadakan seperti orang yang melintas berhenti di pinggir jalan. Jadi kita sudah koordinasi dengan Polres Cianjur untuk tutup puncak begitu jaga arah sebaliknya," ujarnya.

Selain itu, Roland mengimbau kepada para pelaku usaha dan perhotelan untuk bersama-sama mematuhi penertiban jam operasional yang sudah diatur dalam PSBB pra-AKB.

"Diharapkan ada kerja sama lapisan masyarakat mencegah penularan Covid-19 karena tidak ada tujuan lain selain kemanusiaan. Jadi tolong patuhi jangan hanya tahun baru tapi sampai dengan Covid-19 ini bisa selesai," jelas dia.

Hingga Selasa (29/12/2020), jumlah pasien atau kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor kini mencapai 5.131 orang dengan rincian kasus Covid-19 aktif sebanyak 742 orang terinfeksi.

Sedangkan angka kasus sembuh sebanyak 4.310, kemudian ada 73 kasus yang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, untuk jumlah zona merah Covid-19 di Kabupaten Bogor masih terbilang banyak.

Hingga data saat ini, ada 37 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor berstatus zona merah termasuk Kawasan Puncak Bogor, kemudian tiga kecamatan lainnya zona oranye, dan nihil zona hijau.

Tonton juga:

Berdasarkan peta sebaran kasus Covid-19 Kabupaten Bogor, pasien aktif terbanyak ada di Kecamatan Cibinong, yakni 137 orang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved