Breaking News:

Kabur dari Hotel Karantina, Turis dengan Hasil Negatif Covid-19 Ini Hadapi Hukuman Penjara

Seorang turis dilaporkan melarikan diri dari hotel karantina dan kini menghadapi denda hingga 50.000 dolar AS (Rp 705 juta) atau 12 bulan penjara.

Gambar oleh PhotoMIX-Company dari Pixabay
Ilustrasi Loby Hotel. 

Dia bilang dia menginginkan 'tempat aman yang tidak beracun untuk karantina'.

"Itu saja yang saya minta agar mereka tidak memompa saya dengan antihistamin atau obat alergi untuk mengatasi lingkungan beracun," tulisnya.

Dalam postingan video Facebook lainnya, dia mengungkapkan keraguannya tentang virus corona.

"(Pemerintah) akan menggunakan tentara untuk memvaksinasi massal Anda dengan tingkat kontraksi 0,03 persen untuk virus yang tidak ada," kata Jenny dalam salah satu pos tersebut.

Hakim Tolak Jaminan Jenny

Jenny ditolak jaminannya di Pengadilan Magistrat Perth pada hari Minggu dan telah ditahan hingga 4 Januari 2021.

Hakim Brian Gluestein mengatakan perilaku Jenny menunjukkan pengabaian yang terang-terangan untuk situasi pandemi negara bagian.

"Ini secara terang-terangan mengabaikan undang-undang WA dan situasi pandemi secara umum di Australia dan internasional," katanya.

"Mengingat perilaku wanita ini, saya sama sekali tidak yakin jaminan itu pantas," lanjutnya.

Sementara itu, Pengacara pembela Serene Teffaha mengatakan kepada pengadilan melalui tautan audio bahwa alasan Jenny meninggalkan hotel adalah karena dia mengalami gangguan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Abdul Haerah HR
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved