Breaking News:

Benarkah Bencana Tsunami Terjadi Paling Banyak di Penghujung Tahun? Ini Penjelasan BMKG

Menanggapi dugaan potensi bencana tsunami saat akhir tahun, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono angkat bicara

Youtube/ Monthly Winners
Ilustrasi - Bencana alam Tsunami 

TRIBUNTRAVEL.COM - Akhir Tahun seringkali dianggap masyarakat menjadi momentum di mana paling banyak terjadi bencana tsunami.

Padahal tak sedikit masyarakat yang menghabiskan waktu liburan akhir tahun dengan berlibur ke pesisir pantai dan jalan-jalan.

Lantas, benarkan bencana tsunami selalu terjadi di akhir tahun?

Menanggapi dugaan potensi bencana tsunami saat akhir tahun ini, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono pun angkat bicara.

Baca juga: Bagian Atas Candi Borobudur Direncanakan Mulai Dibuka Kembali Tahun Depan

Menurut Daryono, berdasarkan sumber dan pembangkitnya, secara ilmiah tsunami memang tidak mengenal musim.

Gempa tektonik, longsoran dalam laut, erupsi gunung api adalah fenomena geologis yang dapat terjadi tidak hanya pada bulan-bulan tertentu seperti halnya fenomena cuaca dan iklim, sehingga kapan saja dapat terjadi tsunami.

Ilustrasi bencana tsunami dan dampaknya
Ilustrasi bencana tsunami dan dampaknya (JPL - NASA)

Jumlah kejadian tsunami di atas tentu bukan jumlah yang mutlak, karena bisa jadi masih ada data kejadian tsunami lainnya yang terlewat dan belum dikompilasi datanya.

Untuk membuktikan kebenaran penilaian ini, maka perlu upaya menggali sejarah tsunami masa lalu yang bersumber dari katalog tsunami.

"Jika kita mencermati catatan sejarah kejadian tsunami di Indonesia dari katalog tsunami, sebanyak 114 kejadian tsunami yang dikompilasi berdasarkan bulan kejadiannya maka diperoleh jumlah kejadian tsunami untuk masing-masing bulan dalam setahun," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.

Hasil penelusuran terhadap data kejadian tsunami di Indonesia menunjukkan adanya variasi jumlah peristiwa tsunami untuk masing-masing bulan di tahun 1600-2018, yaitu:

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved