Breaking News:

Terlambat Dapatkan Hasil Tes PCR, Wanita Ini Ditolak Naik ke Pesawat, Ini Tanggapan Pihak Maskapai

Penumpang wanita bernama Christine ini akan melanjutkan perjalanan ke Tenerife dengan saudara iparnya, Caroline dari Bandara Leeds Bradford,

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Abdul Haerah HR
Flickr.com/ Senado Federal
Ilustrasi - Tes PCR. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang penumpang wanita ditolak naik ke pesawat akibat tidak mendapatkan hasil tes PCR pada waktunya.

Penumpang wanita bernama Christine ini akan melanjutkan perjalanan ke Tenerife dengan saudara iparnya, Caroline dari Bandara Leeds Bradford pada Kamis (5/12/2020).

Keduanya menggunakan pesawat Jet2 untuk liburan akhir pekan singkat ini.

Dilaporkan Daily Mail, kedua wanita ini melakukan tes PCR ke Living Care Group, sebuah perusahaan yang direkomendasikan oleh Jet2.

Baca juga: Berpose Telanjang di Depan Masjid Hagia Sophia, Model Majalah Dewasa Terancam 7 Tahun Penjara

Mereka melakukan tes tersebut pada Selasa (1/12/2020) untuk memenuhi tenggat waktu 72 jam.

Namun, hingga tenggat waktu yang diberikan hanya Christine yang mendapatkan hasil tes PCR.

Pesawat Jet2
Pesawat Jet2 (newsapi.com.au)

Sementara itu Caroline tidak segera mendapatkan hasil tes PCR sampai Sabtu (7/12/2020).

Ini berarti tidak ada gunanya bepergian karena dia harus kembali keesokan harinya.

Caroline kemudian menghubungi Jet2 pada hari di mana dia tidak bisa melakukan penerbangan dan mengatur ulang jadwal penerbangan di hari berikutnya.

Namun ini juga tidak dapat dilakukannya.

Atas insiden ini Living Care Group mengembalikan biaya tes sebesar 75 poundsterling (Rp 1,4 juta) karena tidak bisa memberikan hasil tes tepat waktu.

Sementara itu Jet2 belum mengembalikan uang Caroline untuk biaya liburan yang mencapain 400 poundsterling (Rp 7,6 juta).

Christine mengatakan, "Kami tidak sendiri, ada ratusan orang yang mengalami hal ini di seluruh Leeds, Manchester dan East Midlands."

Saat melihat ulasan untuk Living Care Group di situs web NHS, di Google, dan di komentar di halaman Facebook mereka, banyak orang lain melaporkan masalah serupa.

Sementara tampaknya sebagian besar mendapatkan pengembalian uang untuk tes mereka yang tidak datang tepat waktu, itu adalah liburan yang terlewat dan biaya terkait yang membuat orang frustrasi.

Beberapa melaporkan kehilangan uang di hotel dan biaya parkir mobil.

Sementara yang lain mengatakan mereka belum dapat mendapatkan kembali uang untuk penerbangan mereka.

Seorang juru bicara Living Care Group mengatakan, "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh dua pelanggan. Kami menghargai adanya penundaan untuk sekelompok kecil penumpang yang telah menggunakan kami untuk melakukan pengujian."

"Kami mulai menguji individu untuk bepergian pada minggu terakhir bulan November dan sejak itu kami telah mengirim 9.457 orang untuk berlibur," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Siapa pun yang memesan tes sebelum jam 4 sore, tesnya akan dikirim pada hari yang sama dan jika dipesan setelah waktu ini, tes akan dikirim keesokan harinya yang memiliki tingkat keberhasilan 100 persen."

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved