Breaking News:

Kota di Amerika Serikat Ini Bersiap Hadapi 66 Hari Tanpa Sinar Matahari

Sebuah kota di Alaska telah dilanda kegelapan selama dua bulan setelah daerah itu menyaksikan matahari terbenam terakhirnya pada tahun 202

KTUU
utqiagvik di Amerika Utara 

Ini turun menjadi 34 menit kemarin, ketika matahari hampir tidak muncul di cakrawala.

Matahari terbenam pada Rabu pukul 13.30 waktu setempat untuk terakhir kalinya tahun ini, menurut Layanan Cuaca Nasional.

Suhu juga anjlok karena kurangnya sinar matahari dan penduduk tidak akan melihat siang hari lagi selama berminggu-minggu.

Publikasi mencatat bahwa pada saat matahari terbit lagi di sana, Joe Biden akan menjadi presiden Amerika Serikat setelah pelantikannya pada 20 Januari.

Kota ini juga mengalami efek cuaca yang berlawanan langsung selama musim panas dengan hampir total sinar matahari dari Mei hingga Agustus.

Utqiagvik baru-baru ini memperkenalkan pembatasan virus korona baru.

Pembatasan ini mengatur bahwa siapa pun yang tidak melakukan karantina selama 14 hari setelah kedatangan dan mengenakan masker harus membuat pengumuman layanan publik.

Walikota Fannie Suvlu mengatakan kepada Alaska Public Media bahwa rekaman suara, klip video atau pamflet mereka akan dikirim ke seluruh komunitas untuk mengingatkan orang-orang.

Terjadi akibat kemiringan Bumi

Utqiagvik, sebuah kota di Alaska, Amerika Serikat, terakhir kalinya disinari matahari pada Minggu 18 Oktober 2018.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved