Breaking News:

Alasan Disiplin dan Tepat Waktu jadi Budaya di Jepang dan Masyarakat Tertib Mematuhinya

Disiplin dan tepat waktu sudah menjadi budaya bagi warga negara Jepang. Lalu, kenapa orang Jepang sangat disiplin dan tepat waktu?

sbs.com.au
kereta di jepang 

Namun, sebenarnya keterlambatan di tempat kerja memiliki dampak nyata pada perekonomian.

Menurut laporan Heathrow Express 2017, di Inggris, para pekerja yang datang terlambat merugikan perekonomian hingga 9 miliar poundsterling atau Rp 170,6 triliun setahun.

Lebih dari separuh orang yang disurvei dalam laporan itu mengatakan, mereka datang terlambat ke tempat kerja dan rapat secara teratur.

Di Amerika Serikat, keterlambatan juga memberikan dampak buruk bagi perekonomian.

Di negara bagian New York, pekerja yang terlambat menghabiskan biaya USD 700 juta atau sekitar Rp 10 triliun setahun.

Di California, para pekerja yang datang terlambat membutuhkan biaya lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 trilian setiap tahunnya, menurut sebuah laporan tahun 2018 oleh majalah Inc.

Tapi Jepang tidak selalu ngotot untuk tepat waktu.

Hingga akhir tahun 1800-an, era Jepang pra-industri memiliki sikap yang jauh lebih santai.

Willem Huyssen van Kattendijke, seorang perwira angkatan laut Belanda yang datang ke negara itu pada tahun 1850-an, menulis dalam buku hariannya bahwa penduduk setempat tidak pernah tepat waktu.

"Kemalasan orang Jepang cukup mencengangkan," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved