TRIBUNTRAVEL.COM - Arkeolog Italia baru-baru ini menemukan dua mayat manusia yang tampak masih awet.
Dua mayat tersebut diyakini meninggal dunia akibat letusan gunung berapi yang menghancurkan kota Romawi Kuno Pompeii pada 79 M, kata Kementerian Kebudayaan Italia, Sabtu.
Dua mayat itu ditemukan para arkeolog dalam posisi yang bersebelahan, lapor New York Post.
Setelah diperhatikan, dari dua mayat tersebut mereka berada pada kalangan yang berbeda, menurut laporan CNN, Minggu (22/11/2020).
Para arkeolog mengidentifikasi mayat pria ini dengan melihat tulang tengkorak dan giginya.
Satu mayat pria terlihat seperti orang yang memiliki status sosial tinggi atau disebut tuan pada zamannya.

Baca juga: Viral Turis Kembalikan Artefak Kuno di Pompeii, Wisatawan Diimbau Tidak Lagi Mengambilnya
Usianya diprakirakan berkisar 30-40 tahun.
Identifikasi ini didukung dengan adanya jubah wol di bawah leher mayat pria itu.
Sedangkan mayat pria lainnya tampak berusia 18-23 tahun.
Dia mengenakan tunik dan sejumlah tulang belakangnya telah terkompresi.
Itu yang menunjukkan bahwa mayat pria muda ini adalah seorang budak yang melakukan pekerjaan berat.

Sisa-sisa mayat tersebut ditemukan di Civita Giuliana, 700 meter dari arah barat laut di pusat Pompeii kuno.
Keduanya ditemukan di ruang bawah tanah di area vila besar yang sedang digali.
Ruang bawah tanah tersebut pada zaman Romawi kuno dikenal sebagai cryptoporticus, lapor Kompas.
Gigi dan tulang pria itu diawetkan, serta rongga yang ditinggalkan oleh jaringan lunak mereka diisi dengan plester yang dibiarkan mengeras dan kemudian digali untuk menunjukkan bentuk tubuh mereka.
"Kedua korban ini mungkin mencari perlindungan ketika mereka tersapu arus piroklastik sekitar pukul 9 pagi," kata Massimo Osanna, direktur situs arkeologi.
"Ini adalah kematian karena sengatan panas, seperti yang juga ditunjukkan oleh kaki dan tangan mereka yang terkepal," lanjutnya.
TONTON JUGA:
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Kebudayaan Dario Franceschini mengatakan temuan itu menggarisbawahi status Pompeii sebagai tempat yang luar biasa untuk penelitian dan studi.
Pompeii, 23 kilometer (14 mil) tenggara Napoli, adalah rumah bagi sekitar 13.000 orang ketika letusan menguburnya di bawah abu, kerikil batu apung dan debu, membekukannya tepat waktu.
Sisa-sisa tidak ditemukan sampai abad ke-16 dan penggalian terorganisir dimulai sekitar 1750.
Namun, baru-baru ini, perhatian difokuskan pada penangkapan pembusukan atau runtuhnya reruntuhan yang terbuka.
Baca juga: Mengaku Sering Tertimpa Sial, Turis Kembalikan Artefak yang Dicuri dari Pompeii
Baca juga: Italia Bakal Bayar Rp 2,6 Miliar Bagi yang Mau Mengelola Taman Arkeologi Pompeii
Baca juga: 7 Tempat yang Hampir Dihapus dari Peta Dunia, dari Pompeii hingga Chernobyl
Baca juga: Misteri Penemuan Mosaik Bergambar Anjing Terkubur Abu Vulkanik di Reruntuhan Kota Pompeii
Baca juga: Liburan Artis - Foto Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Pompeii, Nikmati Sunrise Reruntuhan Kota Kuno
(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)