TRIBUNTRAVEL.COM - Musim liburan Natal dan Tahun Baru sering kali identik dengan manusia salju dan rusa kutub.
Namun, perusahaan Natural World Safaris dan EvoJets mencoba untuk mengubah pandangan tersebut.
Tak ada manusia salju maupun rusa kutub, mereka justru menawarkan pengalaman melihat simpanse.
Melansir laman Travel and Leisure, Sabtu (21/11/2020), kedua perusahaan ini telah bekerja sama untuk menciptakan pengalaman safari delapan hari lengkap dengan transportasi jet pribadi.
Baca juga: Liburan ke Taman Safari, Mobil Turis Rusak Diduduki Unta Berkelahi
Menjelajahi daerah yang lebih terpencil di Tanzania selatan, safari akan memungkinkan para tamu untuk menikmati pengalaman bertemu satwa liar sekaligus pantai yang indah.
Desember adalah waktu yang tepat untuk melihat satwa liar di Tanzania, terutama burung migran yang datang setiap tahun.
Tak hanya itu, para pelancong juga dapat menghabiskan momen Natal bersama simpanse atau merayakan tahun baru dengan kucing-kucing besar.
Safari rencananya akan dimulai dengan perjalanan melalui 'big cat country'.
Selama di tempat tersebut, para tamu dijamin berkesempatan untuk mengagumi singa, macan tutul, dan cheetah yang hidup di antara mamalia mengesankan lainnya.
Kemudian, mereka pergi ke Taman Nasional Pegunungan Mahale untuk mengunjungi lebih dari 1.000 simpanse yang tinggal di sana.
Para tamu akan mendaki gunung dengan berjalan kaki.
Lanskap subur di tempat ini menginspirasi film 'Tarzan' produksi Disney, tetapi yang lebih penting, para penggemar kesempatan untuk menonton simpanse bermain, berkelahi, dan merawat anak-anaknya.
Simpanse di taman nasional ini terbiasa melihat manusia, jadi para tamu dapat berinterasi dari jarak dekat.

Setelah seharian trekking, relaksasi menanti di Greystoke Camp yang berlokasi di tepi pantai.
Pondok bertema hutan ini menyediakan tempat peristirahatan mewah dan privat untuk para tamunya, dengan dek terbuka lebar, bar di alam terbuka, dan makan malam di bawah bintang-bintang.
Wisata safari delapan hari ini dibanderol dengan harga mulai 215.000 dolar atau setara Rp 3 miliar.
Para peserta nantinya akan terbang dari New York ke Tanzania, meskipun para tamu juga dapat memilih untuk terbang dari kota-kota di Amerika Serikat lainnya.
Jika delapan hari ini dirasa belum cukup, perusahaan juga dapat membawa peserta ke Zanzibar atau Pulau Pemba dan memperpanjang perjalanan menjadi 30 hari atau bahkan lebih.
Baca juga: Momen Menegangkan Kerbau Tabrak Mobil Safari karena Dikejar Singa Kelaparan
Baca juga: Dibanderol Seharga Rp 850 Juta, Wisata Safari Ini Tawarkan Fasilitas Jet Pribadi
Baca juga: Lakukan Safari Eksklusif, Pria Ini Malah Diserang Singa hingga Lengannya Sobek
Baca juga: 4 Kejadian Menegangkan saat Safari, Diserang Gorila hingga Mobil Ditimpa Gajah
Baca juga: Viral di Medsos, Seekor Harimau Mengejar Bus Turis di Taman Safari
(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)