Breaking News:

Ilmuwan Temukan Spesies Primata Baru yang Terancam Punah, Hanya Tersisa 260 Ekor di Dunia

Para ilmuwan telah menemukan spesies primata baru di hutan Myanmar yaitu Lutung Popa.

German Primate Center / AFP
German Primate Center (DPZ) merilis foto pada 11 November 2020, primata yang baru ditemukan bernama Popa lutung (Trachypithecus popa) terlihat di cabang pohon di Gunung Popa, Myanmar. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Para ilmuwan telah menemukan spesies primata baru di hutan Myanmar dan itu sudah terancam punah.

Primata itu adalah Lutung Popa.

Lutung Popa merupakan primata yang memiliki ekor panjang, rambut halus melingkari matanya, dan terdapat jambul bulu di atas kepalanya.

CNN melaporkan, hanya ada sekira 200 hingga 260 tersisa, menurut rilis berita oleh Museum Sejarah Alam London, yang bekerja sama dalam penelitian ini.

Tim peneliti menamai Lutung Popa setelah gunung berapi suci yang telah punah, Gunung Popa dan mengklasifikasikannya sebagai spesies yang "sangat terancam punah".

"Sayangnya ini adalah penemuan yang cukup menyedihkan karena terbatasnya jumlah individu yang tersisa di alam liar dan populasi yang terfragmentasi," kata Roberto Portela Miguez, kurator senior di Museum Sejarah Alam, dalam rilisnya.

Baca juga: Gletser di China Mencair Sangat Cepat, Ilmuwan: Kecepatan Penyusutan Ini Mengejutkan

"Harapannya adalah dengan memberikan spesies ini status ilmiah dan kemasyhurannya, akan ada upaya yang lebih terpadu dalam melindungi daerah ini dan beberapa populasi lain yang tersisa," imbuhnya.

Para ilmuwan, yang mencakup tiga organisasi, mempublikasikan temuan mereka pada hari Rabu di jurnal Zoological Research.

German Primate Center (DPZ) merilis foto pada 11 November 2020, primata yang baru ditemukan bernama Popa lutung (Trachypithecus popa) terlihat di cabang pohon di Gunung Popa, Myanmar.
German Primate Center (DPZ) merilis foto pada 11 November 2020, primata yang baru ditemukan bernama Popa lutung (Trachypithecus popa) terlihat di cabang pohon di Gunung Popa, Myanmar. (German Primate Center / AFP)

Dalam studi tersebut, para peneliti di Fauna and Floral International (FFI) dan German Primate Center (GMC) melakukan survei lapangan terhadap lutung, yang nama ilmiahnya adalah "Trachypithecus popa."

Mereka juga mengumpulkan sampel dan DNA dari semua spesies Trachypithecus sp. lainnya termasuk sepupu dari lutung Popa.

Mereka menggabungkan data dari survei dan sampel, serta data dari spesimen di museum lain, mengonfirmasi keberadaan spesies baru tersebut, kata rilis berita itu.

Salah satu bagian penting dari teka-teki itu adalah spesimen berusia 100 tahun yang disimpan di Museum Sejarah Alam London.

Pada awal abad ke-20, ahli zoologi Inggris Guy C. Shortridge mengumpulkan ribuan spesimen, termasuk spesimen Trachypithecus sp. 1913 yang diperiksa ulang oleh tim lutung Popa.

"Monyet adalah salah satu kelompok mamalia paling ikonik, dan spesimen ini telah 'dikoleksi' selama lebih dari seratus tahun," kata Miguez.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved