Breaking News:

Ada Restoran di Area Piramida Mesir, Intip Keunikannya

Wisatawan semakin dimanjakan dengan hadirnya fasilitas restoran di kawasan Piramida Mesir.

Pixabay/Squirrel_photos
Piramida Mesir (Egyptian pyramids), Jumat (23/10/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Berbicara soal Piramida Mesir pasti kamu akan berpikir tentang Sphinx atau batuan yang beratnya puluhan ton, maupun padang pasir yang luas.

Namun kali ini bukan hanya itu saja yang bisa kamu saksikan ketika datang ke Piramida Mesir.

Baru-baru ini Mesir menghadirkan fasilitas baru untuk pengunjung yaitu restoran di dataran tinggi, Selasa (20/10/2020).

Restoran itu dibangun di luar Kairo, di mana Piramida Agung Giza dan Great Sphinx berada.

Piramida kuno Mesir ini merupakan situs warisan yang sering dikunjungi wisatawan dan menjadi satu-satunya keajadiban dunia yang masih tersisa.

Restoran baru di Piramida Mesir ini diberi nama "9 Pyramids Lounge".

Baca juga: 3 Piramida Terkenal di Dunia yang Tak Kalah Memesona Dibanding Piramida Mesir

Dilaporkan dalam CNN, luas restoran tersebut capai 1.341 meter persegi.

Menariknya lagi, pengunjung akan betah di sana karena restoran itu menghadap langsung ke Piramida Giza.

Ilustrasi Piramida Mesir
Ilustrasi Piramida Mesir (pixabay.com/StockSnap)

Pengunjung tidak perlu bingung untuk datang ke sana karena ada transportasi armada bus ramah lingkungan untuk mengantarkan wisatawan ke dataran tinggi itu.

"Satu masalah yang sering terjadi adalah masyarakat mengatakan jika tidak ada layanan khusus untuk wisatawan, tidak ada kafetaria, tidak ada restoran, tidak ada yang bisa ditawarkan untuk pengunjung," kata Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Purbakala.

Semua fasilitas baru di Mesir ini dihadirkan untuk melindungi barang antik, termasuk dibukanya restoran itu.

Waziri mengatakan jika restoran di Piramida Mesir menawarkan pemandangan yang tidak bisa ditandingi di dunia.

Industri pariwisata menyumbang hingga 15% dari output nasional Mesir untuk membangun fasilitas umum tersebut.

Namun, para pejabat mengatakan sebelumnya sektor ini kehilangan sekira USD 1 miliar setiap bulan setelah sebagian besar ditutup selama beberapa bulan sejak Maret karena penyebaran virus corona.

Perubahan di dataran tinggi merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengembangkan lokasi wisata utama di negara tersebut.

TONTON JUGA:

Tahun depan Museum Agung Mesir, yang ditetapkan menjadi museum arkeologi terbesar di dunia, akan dibuka tepat di luar Piramida Giza.

Taipan bisnis Mesir Naguib Sawiris, pengembang utama dataran tinggi itu, mengatakan proyek 301 juta pound Mesir (USD 19,23 juta) adalah bagian dari rencana yang lebih besar untuk mengembangkan situs warisan dunia UNESCO dan menyederhanakan pengalaman wisatawan.

"Kami akan mengatur tenaga penjual," kata Sawiris.

"Kami tidak akan merampas pendapatan mereka tapi kami akan menempatkan mereka di tempat yang cocok dan bagus," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved