Breaking News:

Keunikan Suku Buton di Indonesia, Punya Mata Berwarna Biru Cerah yang Memesona

Sekelompok orang di suku Buton memiliki warna mata biru alami akibat dari kelainan genetik langka yang disebut sindrom Waardenburg.

Gambar oleh analogicus dari Pixabay
Ilustrasi seseorang bermata biru 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pernahkah kalian berharap memiliki warna mata yang berbeda?

Mayoritas orang Asia selalu memiliki mata berwarna cokelat ataupun hitam, serta beberapa dari mereka berwarna abu-abu.

Namun, ada satu suku di Indonesia yang dikenal memiliki mata biru cerah, yaitu suku Buton.

Belum lama ini, foto-foto terbaru suku tersebut, yang diambil oleh ahli geologi dan fotografer Korchnoi Pasaribu, menjadi viral di media sosial (medsos).

Baca juga: Bayi yang Baru Lahir di Suku Ini Harus Diludahi, Konon Agar Berumur Panjang

Para warganet banyak yang mempertanyakan bagaimana bisa sekelompok orang di suku Buton memiliki warna mata biru alami.

Terutama mengingat fakta bahwa sebagian besar orang Asia memiliki mata yang berwarna cokelat.

Melansir dari laman Discover ASEAN, suku Buton dapat ditemukan di provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Pulau Buton.

Yang menarik dari suku ini adalah mata biru cerah yang sangat kontras dengan kulit cokelat mereka.

Tak semua penduduk suku Buton memiliki warna berwarna biru menyala.

Sebagian besar penduduk suku Buton memiliki mata cokelat normal, tetapi sebagian kecil dari mereka memiliki mata biru.

Uniknya, ada beberapa penduduk yang hanya memiliki satu mata biru, sementara mata satunya tetap berwarna cokelat.

Keunikan tersebut hampir tidak dapat ditemukan di sejumlah suku yang juga mendiami pulau tersebut.

Ternyata suku tersebut memiliki mata biru yang tajam ini sebagai akibat dari kelainan genetik langka yang disebut sindrom Waardenburg.

Menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, sindrom Waardenburg adalah sekelompok kondisi genetik yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, dan perubahan pigmentasi pada rambut, kulit, dan mata.

Sindrom Waardenburg adalah mutasi genetik turun-temurun yang diperkirakan hadir dalam beberapa bentuk pada 1 dari 42.000 orang.

Selain efeknya yang terkadang mengejutkan pada pigmentasi mata, termasuk menyebabkan warna mata yang berbeda, hal itu juga dapat menyebabkan hilangnya pendengaran.

Dikutip dari Daily Mail, suku Buton difoto oleh Korchnoi Pasaribu, seorang ahli geologi dari Jakarta, Indonesia, saat berkunjung ke pulau itu pada 17 September 2020 lalu.

Fotografer berusia 38 tahun dan ayah dua anak ini telah mendokumentasikan kehidupan di pedesaan Indonesia sejak September 2019, dengan fokus khusus pada banyak suku dan warisan budayanya.

Ia mengatakan bahwa fotografi bukanlah profesi full-time-nya, melainkan cinta dan hobinya.

Pasaribu berkata, "saya sebenarnya bekerja sebagai ahli geologi, di pertambangan nikel, dan fotografi adalah hobi saya."

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved