Breaking News:

Karang Memadu, Tempat Pengasingan Warga Desa Penglipuran yang Melakukan Poligami di Bali

Desa wisata Penglipuran di Bali memiliki satu tempat khusus untuk memberlakukan sanksi bagi warganya yang berpoligami, yakni Karang Memadu.

Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf
Desa Penglipuran yang berada di Bali masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata di Indonesia lainnya. 

Memiliki luas sekitar 921 meter, tempat ini dianggap oleh masyarakat Penglipuran sebagai lahan leteh atau kotor.

Masyarakat tidak diperbolehkan untuk mengambil hasil tanaman sepertui pisang dan bunga-bunga yang tumbuh di areal ini untuk persembahyangan.

Menurut hukum desa, setiap pria yang berpoligami harus pindah ke Karang Memadu.

Orang yang ngemaduang (poligami), pernikahannya tidak disahkan oleh desa.

Upacara pernikahannya tidak diselesaikan oleh Jero Kubayan, pemimpin tertinggi dalam pelaksanaan upacara adat dan agama.

Akibatnya, si pelanggar pun dilarang bersembahyang di pura desa adat.

Dengan sanksi yang begitu keras, tampaknya tidak ada lelaki di Penglipuran yang berani berpoligami.

Festival Penglipuran Village (PVF) 2019, Desa Penglipuran, Bangli, Bali.
Festival Penglipuran Village (PVF) 2019, Desa Penglipuran, Bangli, Bali. (Dok. Kemenparekraf)

Proses penerapan sanksi Karang Memadu

Jika ada warga Penglipuran yang melanggar hukum adat tentang berpoligami ini, maka ia akan terkena sanksi dan dipindahkan ke Karang Memadu.

Proses penerapan sanksi karena poligami di Karang Memadu terdiri dari tiga tahap.

Pertama, si pelanggar dipanggil untuk mendengarkan pemaparan dari sejumlah prajuru adat terkait dengan aspek-aspek yang ada di dalam sanksi karang memadu yang akan diterimanya nanti.

Jika yang bersangkutan bersikukuh pada pendiriannya untuk berpoligami, maka prajuru adat akan melanjutkan ke tahapan yang kedua.

Tahapan kedua adalah pembuatan gubug untuk menempatkan keluarga yang berpoligami tersebut di sebuah areal yang bernama Karang Memadu.

Jika gubug telah selesai dibuat, maka akan dilanjutkan ke proses yang ketiga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved