Breaking News:

Rekomendasi Wisata

Jelajah Cagar Alam Tangkoko, Surga Satwa Endemik di Sulawesi Utara

Untuk bisa sampai ke Cagar Alam Tangkoko, kamu pun perlu untuk melakukan perjalanan menuju Kotamadya Bitung tak jauh dari Kota Manado.

int/TribunManadoTravel
Gerbang masuk cagar budaya alam Gunung Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara 

Untuk ciri khas selanjutnya yang perlu untuk kamu ketahui adalah memiliki pantat yang berwarna merah muda.

Selain itu, Yaki ini pun juga memiliki keunikan lainnya yakni mempunyai moncong yang lebih menonjol dan juga kulit yang berada di sekitar penis berwarna merah muda.

Untuk yang berjenis kelamin bertina, maka kamu memiliki pantat berwarna merah menyala yang sangat mencolok.

Yaki ini merupakan salah satu binatang yang tersebar di hutan lindung dan juga hutan primer di Sulawesi Utara.

Akan tetapi, kamu pun nantinya akan banyak menemuinya di Cagar Alam Tangkoko.

Akan tetapi, sayangnya populasi dari hewan bernama Yaki ini, tiap tahun mengalami penurunan.

Hal ini dikarenakan banyak diburu oleh masyarakat dan Yaki pun relatif sering untuk turun ke pemukiman warga karena mencari makanan.

Yaki sendiri merupakan hewan yang mengonsumsi daun dan juga ular.

Akan tetapi, sebagian besar makanannya adalah buah buahan, tikus dan juga erau.

Ketika musim reproduksi tiba, Yaki betina sering kali untuk hamil pada bulan Juli hingga Desember.

Sehingga nantinya akan melahirkan pada musim yang paling tinggi yakni di bulan Maret hingga April.

Hal tersebut dikarenakan apabila curah hujan sedang tinggi, maka Yaki pun akan cenderung lebih sering untuk melahirkan.

Sedangkan ketika curah hujan sedang rendah maka Yaki pun akan sedikit untuk melahirkan.

Hal ini berdasarkan sebuah penelitian, dimana ketika sedang mengalami musim curah hujan yang tinggi, banyak makanan yang terdapat di hutan.

Selain Yaki, ketika kamu berada di Cagar Alam Tangkoko ini nantinya kamu pun akan mendapati Tarsius, salah satu mamalia terkecil yang hidup di tempat satu ini.

Tarsius merupakan seekor mamalia kecil yang hidupnya tersebut di pulau pulau yang ada di wilayah Asia Tenggara.

Kamu pun nantinya akan dengan mudah untuk menunmukan hewan satu ini ketika sedang berada di Cagar Alam Tangkoko.

Spesies Tarsius tersier ini pun akan bisa untuk kamu temui tengah bergelantungan pada rimbunnya pohon belantara yang ada di cagar alam satu ini.

Ciri khas yang paling mencolok dari satwa liar endemik satu ini adalah memiliki mata yang bulat membelalak yang besar.

Sehingga akan terlihat sangat kontras dengan tubuhnya yang mungil dan kecil. Tentu saja hal ini akan sangat menggemaskan.

Untuk itu, ketika kamu sedang berkunjung ke derah Sulawesi Utara maka kamu pun bisa singgah sebentar ke tempat satu ini.

Hal ini tentu saja akan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan juga berkesan ketika kamu mampir untuk melihat cagar alam yang memiliki beraneka ragam hayati dan juga satwa liar endemik.

Selain itu juga akan menambah pengetahuan kamu tentang hewan hewan asli yang ada di Indonesia dan kamu pun akan memiliki rasa untuk melestarikannya.

Jelajah Hutan Mangrove Lirang, Surga Tersembunyi di Bitung Sulawesi Utara

Dampak Virus Corona, Pantai Batu Pinagut di Sulawesi Utara Sepi Pengunjung

Pasir Timbul Nain, Surga Tersembunyi di Sulawesi Utara yang Memesona

Simore Peak, Tempat Wisata Baru di Sulawesi Utara yang Ramai Dikunjungi Turis Asing

Rekomendasi Hotel Murah di Tomohon Sulawesi Utara dengan Tarif Mulai Rp 235 Ribu

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunmanadotravel.com dengan judul Yuk Mengembara di Gunung Tangkoko, Surga Aneka Satwa Endemik Sulawesi Utara

Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved