Breaking News:

Positif Covid-19, Pramugari Ini Dijemput Petugas Pakai Hazmat: Dipaksa Karantina di Tempat Terpencil

Pramugari British Airways ditangkap setelah dinyatakan positif Covid-19 dan dikarantina selama dua minggu.

Dok. Pribadi Molly Choma
Foto ilustrasi. Suasana dan kondisi penerbangan ketika pandemi COVID-19. Seorang pramugari British Airways dipaksa menjalani karantina setelah dinyatakan positif Covid-19. 

"Ya Tuhan, aku sangat takut," terusnya.

Freeman juga mengatakan kalau dia dikenai biaya sekitar Rp 100 ribuan untuk mendapatkan produk sanitasi.

Menurut dailymail.co.uk, belum diketahui pasti apakah awak kabin tersebut harus membayar aspek lain dari akomodarinya di Penny's Bay Quarantine Center.

Di tempat karantina, Freeman diberi formulir permintaan untuk diisi dan dia menjawab "pulang".

Dia juga bertanya apakah bisa menerima parsel dari luar negeri selama masa karantina.

Seorang juru bicara British Airways mengatakan, "Tim kami di Hong Kong dan London membantu merawat anggota awak kabin kami, memberi mereka dukungan dan persediaan tambahan untuk memastikan hidup mereka senyaman mungkin, setelah pihak berwenang meminta mereka melakukan karantina sesuai aturan Covid-19 setempat".

"Kami bekerja dengan pemerintah di setiap negara tempat kami terbang dan selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan tim serta penumpang kami dalam segala hal," terusnya.

TONTON JUGA:

Hong Kong saat ini berada di bawah pengawasan Beijing yang memperkenalkan pengetatan pembatasan Covid-19.

Meskipun beberapa restoran tetap buka, mereka hanya menerima tamu sejumlah empat orang dengan syarat mereka satu anggota keluarga.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Abdul Haerah HR
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved