Makna Tradisi Nglawar dalam Perayaan Galungan Masyarakat Bali

Makna ngelawar lebih dalam dari sekadar berkumpul bersama teman dan keluarga, tapi juga bermakna kedekatan, kebersamaan, dan kesetaraan antar-manusia

instagram/mytourgraphy
Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali. 

Lawar putih diletakkan di arah timur untuk Dewa Iswara.

Lawar merah ada di arah selatan untuk Dewa Brahma.

Sementara lawar kuning diletakkan di arah berat untuk Dewa Mahadewa.

Kemudian lawar hitam atau jejeruk diletakkan di arah barat, Dewa Mahadewa.

Tradisi ngelawar
Tradisi ngelawar (Instagram/i.putu.ariawan)

Lawar juga diletakkan di tengah dengan lima warna campuran.

Seluruh rangkaian ngelawar ini termuat dalam lontar dharma caruban.

Biasanya tradisi ini akan dipimpin oleh seorang ahli masak Bali.

Ahli masak ini harus pintar dan ahli dalam mengolah bumbu makanan.

Warna-warna lawar yang merepresentasikan lima dewa berbeda juga ternyata ada maknanya tersendiri.

Warna putih untuk lambang kesucian, merah lambang keberanian, kuning lambang kebijaksanaan, hitam lambang kasih sayang, dan warna campuran merepresentasikan persatuan atau terpusatkan.

Bumbu dan darah pada lawar
Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved