Breaking News:

Kurangi Limbah Makanan di Pesawat, Etihad Akan Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan

Etihad Airways akan menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu mengatasi masalah limbah makanan dalam penerbangannya.

Instagram/ @Oliver Holzbauer
Etihad Airways Airbus A330-243 

Selain itu, sekira 20 persen dari semua makanan yang diproduksi oleh tim katering dalam penerbangan terbuang percuma setiap tahun.

Proyek ini sebenarnya telah disadari oleh Etihad seblum pandemi virus corona (covid-19).

Dengan banyaknya rute yang sekarang telah beroperasi kembali, Etihad ingin melanjutkan proyek tersebut.

"Saat maskapai menambah layanan operasi penerbangan, sangat menarik untuk memulai kembali proyek dan melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai," kata Mohammad Al Bulooki, kepala operasi di Etihad Aviation Group.

Ilustrasi maskapai penerbangan Etihad Airways
Ilustrasi maskapai penerbangan Etihad Airways (Flickr/ ERIC SALARD)

Rayner Loi, salah satu pendiri Lumitics mengatakan, "menangani limbah makanan adalah salah satu peluang penghematan biaya terbesar untuk bisnis apa pun yang memproduksi dan menyajikan makanan".

“Tidak hanya masuk akal secara bisnis, tetapi juga baik untuk lingkungan. Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Etihad Airways untuk membantu mencapai tujuannya dalam mengurangi limbah makanan,” tambahnya.

Penerbangan Berkelanjutan

Program limbah makanan Etihad adalah salah satu dari beberapa inisiatif maskapai yang berfokus pada sustainable flying (penerbangan berkelanjutan).

Tahun lalu, Etihad menerapkan plastik sekali pakai untuk penerbangan dari UEA ke Australia.

Selain itu, Eithad juga memperkenalkan program Etihad Greenliner untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional dan praktek berkelanjutan dalam penerbangan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved