Breaking News:

Nomadic Tourism, Alternatif Pilihan Liburan ke NTT saat Era New Normal

Kehidupan pariwisata perlahan mulai bergerak kembali seiring memasuki era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal.

instagram.com/@marischkaprue
Pulau Padar 

Bisa membantu perekonomian masyarakat lokal terutama kaum muda

Johanes melanjutkan, cara berwisata Nomadic Tourism akan bermanfaat bagi perkembangan perekonomian masyarakat lokal.

Hal ini berdasarkan pengamatannya saat melihat karakter dari wisatawan Nomadic Tourism yang hanya membawa peralatan praktis, contohnya tenda.

"Sehingga masyarakat kita memperoleh apa yang mereka beli di tempat mereka mendirikan tenda. Misalnya makanan, minuman, buah, sayuran. Ini kemudian menggerakkan kaum muda kami yang melihat ini segmen pasar yang bisa masuk ke sana," ujar johanes.

Melihat sebagai sebuah market baru, anak-anak muda NTT pun lantas bergegas mencari spot-spot istimewa dan lalu mengunggahnya melalui media sosial untuk disebarluaskan.

"Saya berharap tahun depan ketika sudah melewati masa pembatasan karena Covid-19, pelaku usaha yang melayani kategori nomadic tourism ini bisa menambah pilihan-pilihan wisata ke tempat-tempat dengan pemandangan bagus," tambahnya.

Kenapa Bunga Edelweis di Gunung Tidak Boleh Dipetik?

Panduan Backpackeran ke Labuan Bajo, Lengkap dengan Kisaran Bujet yang Harus Disiapkan

Kisaran Harga Liburan Mewah di Labuan Bajo, Naik Kapal Pesiar Siapkan Rp 280 Juta

7 Tempat Wisata Populer di Pulau Sumba NTT, Pesonanya Tak Ada Banding

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Nomadic Tourism, Pilihan Berwisata Era New Normal di NTT, Apa Itu?

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved