Breaking News:

Inilah Keunikan Bubur Asyura yang Disajikan Setiap 10 Muharam di Kalimantan Selatan

Bubur asyura merupakan sajian unik yang dimasak oleh masyarakat Banjar. Bubur asyura sangat unik karena dibuat dari campuran 41 jenis bahan.

banjarmasinpost.co.id/jumadi
Warga Sungaibaru Banjarmasin tengah mengolah bubur asyura menyambut 10 Muharram 1442 H 

TRIBUNTRAVEL.COM - Masyarakat muslim di Kalimantan Selatan melakukan Puasa Asyura setiap 10 Muharram.

Penduduk di Kalimantan Selatan juga memasak makanan unik yaitu bubur asyura.

Bubur asyura merupakan sajian unik khas Kalimantan Selatan, yang dimasak oleh masyarakat Banjar.

Mengutip dari Kompas.com, bubur asyura sangat unik karena dibuat dari campuran 41 jenis bahan.

Menelusuri Keindahan Air Terjun Sidando, Surga Tersembunyi di Kalimantan Selatan

Bahannya biasa terdiri dari aneka macam sayuran, kacang-kacangan, sampai daging.

Jumlah 41 bahan ini harus dicukupi karena sudah jadi tradisi turun temurun.

Tak ada resep pasti dalam membuat bubur ini. Biasanya memang ada beberapa bahan wajib yang selalu digunakan oleh orang-orang Banjar, seperti kangkung, jagung manis, wortel, kentang, daun pucuk waluh, dan beberapa bahan lainnya.

“Ciri khasnya (bubur asyura di Banjar) itu ada cekernya. Bikinnya ramai-ramai, enggak satu orang tapi beberapa kelompok. Terus nanti dibagi-bagi, gratis siapa yang mau bisa ambil,” kata Executive Chef Grand Dafam Hotel Banjarbaru, Bambang Adi ketika dihubungi Kompas.com, Senin (17/8/2020).

Tradisi memasak Bubur Asyura ini selalu dilakukan bersama-sama.

Di Banjarmasin, biasanya warga berkumpul untuk memasak bubur tersebut di masjid-masjid kemudian membagikannya ke warga sekitar.

Namun sebelumnya, bubur yang sudah matang didoakan bersama dengan dibacakan doa selamat. Setelah itu barulah bubur dibagikan.

Konon katanya tradisi Bubur Asyura juga berkaitan dengan kisah ketika Nabi Muhammad masih hidup. Saat itu Perang Badar sedang berlangsung. Usai perang, jumlah prajurit Islam menjadi lebih banyak.

Saat itu seorang sahabat Nabi Muhammad memasak bubur. Namun jumlah makanan yang ia buat tak mencukupi karena jumlah prajurit yang begitu banyak.

Akhirnya Nabi Muhammad memerintahkan para sahabatnya untuk mengumpulkan bahan apa saja yang tersedia untuk kemudian dicampurkan ke bubur tersebut agar jumlahnya cukup dan bisa didistribusikan pada semua prajurit.

Selain itu, 10 Muharram bertepatan juga dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Yakni Perang di Karbala ketika Husain, cucu Nabi Muhammad, terbunuh.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Bubur Asyura khas Banjar yang Muncul Setiap 10 Muharram

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved