Breaking News:

Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Panjat Pinang, Lomba Kemerdekaan Indonesia yang Kini Mulai Tiada

Perlombaan ini melibatkan sejumlah orang, dengan menggunakan batang pohon pinang yang di tanam di tanah dan dilumuri pelicin.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Lomba panjat pinang memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (17/8/2013). Sebanyak 168 pohon pinang yang tersebar di kawasan Taman Impian Jaya Ancol disiapkan untuk memeriahkan acara ini. 

Kala itu, hadiah yang digantung di atas batang pinang meliputi bahan pokok seperti makanan, tepung, gula, hingga pakaian.

Bisnis musiman

Mengulik sisi lain, Harian Kompas pada 14 Agustus 1997 memberitakan, bulan Agustus menjadi berkah bagi para pedagang batang pohon pinang.

Selain pedagang musiman bendera, pedagang batang pinang juga mendulang keuntungan menjelang peringatan HUT RI pada 17 Agustus.

Para pedagang musiman menggelar lonjoran batang pinang sejak awal bulan hingga akhir bulan Agustus. 

Kerja sama peserta untuk menggapai pucuk batang pinang saat mengikuti lomba panjat pinang dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-67 di Pantai Festival, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/8/2012). Dalam perlombaan itu disiapkan 67 batang pohon pinang dengan aneka macam hadiah.
Kerja sama peserta untuk menggapai pucuk batang pinang saat mengikuti lomba panjat pinang dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-67 di Pantai Festival, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/8/2012). Dalam perlombaan itu disiapkan 67 batang pohon pinang dengan aneka macam hadiah. (KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)

Terancam jadi kenangan

Melansir Harian Kompas, 17 Agustus 2000, pohon pinang sirih (Areca catechu) merupakan jenis yang dipilih sebagai bahan baku tiang lomba panjat-memanjat.

Alasannya, karena memiliki kualitas bagus, batangnya lurus dan tinggi, serta lingkarannya sempurna.

Setelah kulitnya dikupas, batang pohon pinang sirih menjadi benar-benar licin dan mulus.

Ruas-ruas yang ada pada batang pinang sirih mudah diratakan dengan serutan atau amplas.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved