Breaking News:

Kemerdekaan Indonesia

Mengenal Kue Putu Bendera Khas Barus, Kue Legendaris 'Langka' dari Sumatera Utara

Mengenal kue putu bendera khas Barus, kue tradisional legendaris dari Barus, Kab. Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang berwarna merah putih.

Editor: ronnaqrtayn
KOMPAS.com/Mei Leandha
Kue Putu Bendera khas Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kota Barus yang terletak di pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara memiliki sebuah kuliner legendaris yang masih terjaga hingga kini.

Kuliner tersebut adalah kue putu bendera yang telah ada sejak Kota Barus berdiri.

Meskipun berwarna seperti bendera Indonesia, bukan berarti kue legendaris ini adalah penganan khas saat hari kemerdekaan Indonesia tiba.

Jauh dari itu, kue putu bendera merupakan makanan khas yang hanya ada di saat hari raya Islam dan pergantian tahun saja.

Lidah-lidah para sesepuh, perantau, maupun mereka yang mencintai kuliner bersejarah Kota Barus itu akan berebut mencarinya ketika dua hari besar itu tiba.

Resep Kue Klepon, Kuliner Tradisional Indonesia yang Viral di Medsos

Bahkan, tak sedikit yang rela memesan kue putu bendera ini melalui "jalur khusus".

Sebagian besar traveler mungkin mengira bahwa kue putu khas Barus ini sama seperti kue putu pada umumnya.

Kue putu berwarna putih yang memiliki tekstur lembut dengan gula merah di tengah rongganya.

Namun, kue putu bendera tak sama seperti kue putu tersebut.

Kue putu bendera memiliki warna yang khas, yaitu mirip dengan bendera Indonesia, merah dan putih.

TONTON JUGA:

Teksturnya sedikit keras, tetapi renyah saat dikunyah dan rasanya manis.

Dikutip dari Kompas.com, menurut Asmiati Tanjung, seorang penjual kue putu bendera, kue ini telah ada sejak zaman nenek moyang orang Barus.

Kini, jumlah putu bendera sudah tak banyak, sebab pembuatnya pun kian habis.

Hal itu membuat kue putu bendera buatan Asmiati Tanjung laku keras di pasar.

Bahkan, menjelang sore hari, kue merah putih tersebut tak terlihat lagi.

Tak ada yang bisa memberikan keterangan jelas soal pemilihan warna dan mengapa kue ini hanya muncul pada saat perayaan agama Islam serta pergantian tahun saja.

"Mungkin karena bendera kita merah putih makanya dipilih warna itu. Kami pernah buat warna lain, tak laku. Tiap tahun kami bikin 100 kilogram, ludes. Tengah bulan sebelum puasa kami buat, jual pas mau lebaran," tutur Asmiati.

"Dulu banyak yang membuat kue ini, sekarang tinggal keluarga kami saja. Tiap mau lebaran dan tahun baru, ramai yang pesan. Bukan cuma orang sini, luar kota pun banyak. Kalau 'Orang Barus' dia, pasti taulah dia kue ini," ucap penjual kue putu bendera itu.

Asmiati Tanjung, generasi ke tujuh pembuat kue Putu Bendera.
Asmiati Tanjung, generasi ke tujuh pembuat kue Putu Bendera. (KOMPAS.com/Mei Leandha)

Asmiati pun membeberkan resep kuenya yang menurut dia mudah didapat.

Bahan dasarnya adalah beras Pulut (ketan), gula, pewarna makanan dan vanili.

Usai dicampur, adonan direbus, setelah matang adonan dibentuk persegi empat lalu dijemur di bawah matahari hingga kering.

Penjemuran memakan waktu cukup lama, beberapa hari sesuai kondisi cuaca.

Gula yang dibubuhkan pada adonan tidak mendominasi, sehingga rasa manisnya pas dan aman bagi penderita diabetes.

Tak hanya itu, kue putu bendera ini pun sehat tanpa bahan pengawet.

Lebih dari itu, meskipun tanpa bahan pengawet kue putu bendera ini bisa bertahan hingga tiga bulan.

Penganan merah putih ini dijual dengan harga Rp 70 ribu per kilogramnya.

"Untungnya lumayan, tapi capeknya pun lumayan, mungkin ini yang buat orang malas mengerjakannya," pungkas Asmiati.

Kue Lumpur hingga Klepon, 7 Kue Tradisional Khas Indonesia untuk Sajian Buka Puasa

Hwajeon, Kue Tradisional Korea Selatan yang Terbuat dari Bunga Sungguhan

Manisnya Lapis Kojo, Kue Tradisional Khas Palembang yang Terbuat dari Telur Bebek

5 Kue Tradisional yang Wajib Dicicipi saat Jalan-jalan ke Jerman, Ada Anjing Dingin

Pasar Sentral Sinjai, Pusat Belanja Oleh-oleh Kue Tradisional Khas Sinjai

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved