Breaking News:

Kemerdekaan Indonesia

Melihat Sejarah Museum Sumpah Pemuda yang Sempat Dijadikan Toko Bunga

Mengulik sejarah Museum Sumpah Pemuda yang dulu sempat disewa dan dijadikan toko bunga.

museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id
Museum Sumpah Pemuda, Sabtu (8/8/2020). 

Di gedung bernama "Langen Siswo" tersebut pernah diselenggarakan kongres Sekar Roekoen, Pemuda Indonesia, hingga PPPI.

Banyaknya organisasi yang dilakukan di gedung itu, hingga akhirnya diubah menjadi "Indonesische Clubhuis atau Clubgebouw" alias gedung pertemuan.

TONTON JUGA:

Pada 15 Agustus 1928, gedung itu terpilih sebagai lokasi untuk menyelenggarakan Kongres Pemuda Kedua pada Oktober 1928.

Sementara Soegondo Djojopuspito, ketua PPPI, terpilih sebagai ketua kongres.

Dari rapat kedua yang menghasilkan keputusan lebih maju dibanding rapat pertama, maka dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, banyak penghuni yang mulai meninggalkan gedung Indonesische Clubgebouw.

Alasannya adalah mereka sudah lulus dalam belajar dan tidak melanjutkan persewaan tempat tinggal pada 1934.

Lalu di tahun yang sama gedung itu mulai disewakan kepada Pang Tjem Jam sampai 1937.

Tak hanya disewa sebagai tempat tinggal saja, gedung ternama itu bahkan sempat menjadi tempat toko bunga.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved