Breaking News:

Kemerdekaan Indonesia

Kisah di Balik Hotel Majapahit Surabaya, Tempat Ikonik Saksi Kemarahan 'Arek-arek Suroboyo'

Hotel Yamato atau yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit di Surabaya menyimpan segudang sejarah tentang kemerdekaan Indonesia.

Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Instagram/@hotelmajapahitsby
Hotel Majapahit, Surabaya. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia di Hotel Yamato menjadi satu momen ikonik perjuangan arek-arek Suroboyo dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Momen tersebut dipicu oleh bendera Belanda yang dikibarkan tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya.

Bendera Belanda tersebut dikibarkan di tiang pada tingkat teratas sisi sebelah utara Hotel Yamato.

Hal itu membuat kemarahan arek-arek Suroboyo memuncak.

Akhirnya mereka mendobrak masuk ke Hotel Yamato lalu menurunkan dan merobek bagian warna biru pada bendera Belanda menjadi bendera Indonesia.

6 Destinasi Instagramable yang Bisa Kamu Kunjungi di Surabaya, Ada Hotel Majapahit yang Kaya Sejarah

Hotel Yamato kini dikenal dengan Hotel Majapahit yang berada di Jalan Tunjungan Nomor 65, Surabaya, Jawa Timur.

Di Hotel Majapahit, sudut tempat perobekan bendera masih bisa dilihat hingga saat ini.

Bahkan, pada tahun 2018, di tempat tersebut diadakan teaterikal perobekan bendera Belanda menjadi Sang Saka Merah Putih.

Hotel ini menyimpan nilai sejarah yang hendak dipertahankan oleh Pemerintah Daerah Surabaya.

TONTON JUGA:

Dibangun pada tahun 1910, mulanya hotel ini menjadi salah satu hotel bagi kaum elit Belanda yang tinggal di Surabaya atau yang sedang berkunjung di Kota Pahlawan.

Pada zaman kolonial, Hotel Majapahit bernama Hotel Oranje yang didirikan oleh Sarkies Bersaudara berdarah Armenia.

Jepang kemudian datang ke Indonesia dan Hotel Oranje berubah nama menjadi hotel Yamato saat Surabaya diduduki oleh Jepang.

Kini Hotel Yamato yang berubah nama menjadi Hotel Majapahit Surabaya masih mempertahankan bentuk bangunan awal khas zaman kolonial, yaitu bergaya art-deco.

Hotel Majapahit juga menyediakan 143 kamar yang mengusung tema interior ala Eropa.

Kamar-kamar tersebut menyimpan sejarah, termasuk kamar yang dijadikan perundingan antara Sudirman dan W.V.Ch Ploegman saat situasi Indonesia sedang memanas di awal Proklamasi.

Ada pula kamar Jenderal Mallaby menjelang pertempuran akhir bulan Oktober 1945 dan sebelum ia tewas dengan ledakan bom dari pahlawan Surabaya.

Tak hanya itu, satu di antara banyak kamar di Hotel Majapahit Surabaya juga pernah ditiduri oleh aktor komedi tersohor dunia, Charlie Chaplin.

Kamar-kamar tersebut berjejer dalam lorong yang nuansanya sangat kental dengan zaman Belanda.

Arsitektur yang menonjol dari bagian lorong kamar adalah bentuk jendelannya yang besar-besar.

Sehingga, tak heran bila hotel ini menjadi salah satu cagar budaya di Surabaya.

Hotel ini meyimpan segudang nilai sejarah yang dipertahankan dan dijaga agar tidak mati terkikis oleh waktu.

5 Tempat Bersejarah di Surabaya untuk Rayakan Kemerdekaan Indonesia, Mampir ke Monumen Kapal Selam

Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jakarta, Tempat Wisata Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Masjid Al Aqsa di Palestina, Tempat Suci Bagi Pemeluk Agama Islam, Kristen, dan Yahudi

Fakta Sejarah Banda Neira Maluku, Salah Satu Pulaunya Pernah Ditukar Dengan Manhattan New York

Menelusuri Sejarah Taman Lapangan Banteng Jakarta, Dulunya Jadi Tempat Berburu Hewan Liar

(TribunTravel.com/Ron)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved