Breaking News:

Kemerdekaan Indonesia

Kisah di Balik Hotel Majapahit Surabaya, Tempat Ikonik Saksi Kemarahan 'Arek-arek Suroboyo'

Hotel Yamato atau yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit di Surabaya menyimpan segudang sejarah tentang kemerdekaan Indonesia.

Instagram/@hotelmajapahitsby
Hotel Majapahit, Surabaya. 

Dibangun pada tahun 1910, mulanya hotel ini menjadi salah satu hotel bagi kaum elit Belanda yang tinggal di Surabaya atau yang sedang berkunjung di Kota Pahlawan.

Pada zaman kolonial, Hotel Majapahit bernama Hotel Oranje yang didirikan oleh Sarkies Bersaudara berdarah Armenia.

Jepang kemudian datang ke Indonesia dan Hotel Oranje berubah nama menjadi hotel Yamato saat Surabaya diduduki oleh Jepang.

Kini Hotel Yamato yang berubah nama menjadi Hotel Majapahit Surabaya masih mempertahankan bentuk bangunan awal khas zaman kolonial, yaitu bergaya art-deco.

Hotel Majapahit juga menyediakan 143 kamar yang mengusung tema interior ala Eropa.

Kamar-kamar tersebut menyimpan sejarah, termasuk kamar yang dijadikan perundingan antara Sudirman dan W.V.Ch Ploegman saat situasi Indonesia sedang memanas di awal Proklamasi.

Ada pula kamar Jenderal Mallaby menjelang pertempuran akhir bulan Oktober 1945 dan sebelum ia tewas dengan ledakan bom dari pahlawan Surabaya.

Tak hanya itu, satu di antara banyak kamar di Hotel Majapahit Surabaya juga pernah ditiduri oleh aktor komedi tersohor dunia, Charlie Chaplin.

Kamar-kamar tersebut berjejer dalam lorong yang nuansanya sangat kental dengan zaman Belanda.

Arsitektur yang menonjol dari bagian lorong kamar adalah bentuk jendelannya yang besar-besar.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved