Breaking News:

Mengenal Tradisi Bekintangon, Pacaran Ala Orang Rimba, Berani Pegang Tangan Dikenakan Denda

Tradisi Bekintangon merupakan tradisi pacaran ala Orang Rimba, sang lelaki harus mengabdi pada perempuan, memegang tangan pacar dikenakan denda.

Tribunnews.com
Ilustrasi memegang tangan pacar yang bisa dikenakan hukuman pada tradisi Bekintangon Orang Rimba. 

Dalam buku itu, Butet menjelaskan perempuan rimba memiliki posisi tinggi dalam peradaban Orang Rimba.

Meskipun Orang Rimba lelaki memiliki banyak istri, tapi garis keturunan berasal dari ibu atau matrilineal.

Dengan demikian, apabila lelaki hendak memperistri perempuan rimba, maka dia harus tinggal bersama keluarga perempuan selama beberapa tahun.

Nah, poin penting dalam tradisi Bekintangon adalah mendidik calon istri.

Meskipun tinggal bersama keluarga perempuan, seorang lelaki rimba tak boleh macam-macam.

"Kalau pegang tangan, denda 20 bidang kain," tutur Betuah (19), seorang anak rimba yang pernah menjalani tradisi Bekintangon, namun gagal.

Bahkan, di beberapa daerah rimba yang lain, mengajak perempuan muda rimba bicara, bisa dikenai 50 bidang kain.

Apabila menikah, namun tradisi Bekintangon-nya belum genap lima tahun lebih atau sekitar 2.000 hari, maka ada tradisi dipukul pakai kayu (lelaki dan perempuan) oleh seluruh keluarga perempuan.

"Pukulan itu terkadang sampai cacat. Tapi kita boleh melarikan diri. Ini bagian dari menebus dosa. Karena bekintangon belum sampai 2.000 hari," terang Betuah.

Dalam tradisi Bekintangon, apabila hubungan yang dijalin menemukan kecocokan, satu pasangan rimba bisa melanjutkan hubungan mereka ke pelaminan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved