Pariwisata Bali Dibuka Besok, Ini Syarat yang Wajib Dipatuhi Wisatawan Domestik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana membuka kunjungan untuk wisatawan domestik (wisdom) pada Jumat (31/7/2020).

Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Kebun Raya Eka Karya Bali atau yang lebih terkenal dengan nama Kebun Raya Bedugul di Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (2/4/2019) 

TRIBUNTRAVEL.COM - Setelah sekian lama ditutup akibat pandemi Covid-19, Bali bakal membuka pariwisata untuk wisatawan domestik pada akhir bulan Juli ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana membuka kunjungan untuk wisatawan domestik (wisdom) pada Jumat (31/7/2020).

Melansir TribunBali, Gubernur Bali, I Wayan Koster, mewajibkan wisnu/wisdom yang berkunjung ke Bali membawa surat keterangan bebas Covid-19.

Untuk menyambut pembukaan sektor pariwisata tahap kedua di masa tatanan kehidupan baru ini, Koster telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15243 tahun 2020 tentang Persyaratan Wisatawan Nusantara Berkunjung ke Bali.

Syarat Wisatawan yang Ingin Liburan ke Bali, Wajib Bawa Surat Keterangan dan Isi Aplikasi LOVEBALI

Dalam surat edarannya itu, Koster mensyaratkan bahwa wisatawan nusantara ke Pulau Dewata harus bebas dari Covid-19.

Hal itu dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis reaksi rantai polimerase atau Polymerase Chain Reaction (PCR) atau minimal hasil non-reaktif tes cepat (rapid test) dari instansi yang berwenang.

"Masa berlaku surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test untuk berkunjung ke Bali adalah paling lama 14 hari sejak surat keterangan tersebut dikeluarkan," kata Koster dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali, Selasa (28/7) sore.

Wisatawan yang telah menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test yang masih berlaku, tidak lagi diwajibkan melakukan tes, kecuali mengalami gejala klinis Covid-19.

Sementara bagi wisatawan yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19, maka mereka berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR atau rapid test di Bali.

"Wisatawan yang hasilnya reaktif rapid test, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR di Bali. Selama menunggu hasil uji swab, wisatawan menjalani proses karantina di tempat yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali," kata dia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved