Breaking News:

Rekomendasi Kuliner

Mencoba Gado-gado Mang Wahyu di Jalan Semarang Menteng, Kuliner Legendaris di Jakarta

Sejak tahun 1981, Wahyu memang sudah berjualan di Jalan Semarang, Menteng, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Mang Wahyu sedang mengolah gado-gadonya di Jalan Semarang, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (24/7/2020). 

Awalnya saat masih remaja, Wahyu ikut kerja membuat gado-gado bersama pamannya di Jalan Sawo pada tahun 1978.

Pria yang lahir di Kuningan, Jawa Barat dan besar di tanah Betawi itu mengikuti jejak mereka.

Sebab, sebagian besar keluarga Wahyu merupakan penjual gado-gado seperti Ayah, kakak dan pamannya.

Tiga tahun dirasa cukup bekerja dengan pamannya, Wahyu memberanikan diri bikin usaha gado-gado sendiri.

"Tiga tahun jualan gado-gado bareng paman di Jalan Sawo. Masa ikut paman aja, saya mau mandiri bikin gerobak juga."

"Tahun 81 saya pindah ke Jalan Semarang. Awalnya di jalan ini bekas abang saya jualan. Dia pindah baru saya gantikan," ceritanya kepada TribunJakarta.com.

Kala awal berjualan di Jalan Semarang kenang Mang Wahyu, ia sering melayani pembeli dari gedung Ditjen P dan K (Pendidikan dan Kebudayaan) yang letaknya tak jauh dari gerobaknya.

"Dari tahun 1981 saya sudah jualan di sini (Jalan Semarang) enggak pindah-pindah. Dulu ada kantor Depdikbud P dan K," kenangnya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (24/7/2020).

Gado-gado Mang Wahyu di Jalan Semarang, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (24/7/2020).
Gado-gado Mang Wahyu di Jalan Semarang, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (24/7/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Para pegawai di sana menjadi langganannya. Mereka menyukai gado-gado resep keluarga Wahyu.

Namun, pada tahun 1997, Dirjen P dan K pindah ke kawasan Senayan. Ia sempat diminta untuk ikut pindah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved