Tak Lagi Pakai SIKM, Ini Syarat Terbaru Penumpang Pesawat dari dan ke Jakarta

Tak lagi gunakan SIKM, keluar masuk Jakarta kini memakai Corona Likelihood Metric (CLM).

Instagram/ @angkasapura2
Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta 

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler yang hendak bepergian dari dan ke Jakarta, kini tak akan lagi menggunakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Sebelumnya, SIKM merupakan syarat wajib bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan dari dan ke Jakarta.

PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan, saat ini sudah tidak ada lagi pemeriksaan SIKM di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta).

Melalui rilis yang diterima Kompas.com, Director of Operation & Service PT AP II, Muhamad Wasid mengatakan, SIKM tidak berlaku lagi lantaran keputusan Pemprov DKI Jakarta yang menggantinya dengan pemeriksaan Corona Likelihood Metric (CLM).

Promo Pegipegi, Diskon Tiket Pesawat dan Hotel hingga Rp 800.000

"Sudah tidak adal lagi pemeriksaan SIKM, tetapi tetap dilakukan pemeriksaan HAC atau e-HAC, dan pengukuran suhu tubuh bagi penumpang yang tiba," kata Wasid seperti dikutip rilis.

Terkait HAC atau e-HAC, lanjutnya, penumpang dapat mengisinya sebelum melakukan perjalanan atau saat memproses keberangkatan di bandara keberangkatan, dan dilakukan pemeriksaan HAC di bandara tujuan.

Selain itu, saat proses keberangkatan, penumpang juga menjalani protokol pemeriksaan identitas diri dan pemeriksaan surat hasil rapid test atau PCR test.

Adapun masa berlaku surat keterangan uji tes tersebut kini berlaku 14 hari, setelah sebelumnya hanya berlaku tiga hari untuk rapid test dan tujuh hari untuk PCR.

Wasid mengungkapkan, secara umum proses keberangkatan kini lebih sederhana karena dokumen yang dipersyaratkan hanya identitas diri serta surat hasil rapid test atau PCR test.

Hal ini berbeda dari sebelumnya yang mensyaratkan berbagai dokumen seperti misalnya surat keterangan perjalanan dan sebagainya.

"Dihapuskannya SIKM, pengecekan dokumen yang lebih sederhana dan masa berlaku yang lebih panjang untuk rapid test dan PCR test bisa membuat traveler lebih fleksibel dalam mengatur jadwal penerbangan," kata Wasid.

"Di sisi lain, protokol yang mengedepankan aspek kesehatan tetap dilakukan secara ketat oleh stakeholder di bandara,” jelasnya.

Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta
Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Berikut syarat terbaru penumpang pesawat, setelah dihapuskannya pemeriksaan SIKM

  • Surat keterangan uji test PCR dan atau rapid test berlaku 14 hari, sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 09/2020
  • Identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu identitas sah lainnya
  • Mengisi Health Alert Card (HAC) atau electronic Health Alert Card (e-HAC) sebelum melakukan penerbangan
  • Penumpang diperiksa terkait HAC atau e-HAC
  • Penumpang dicek suhu tubuhnya oleh petugas bandara melalui thermal scanner

Jangan Masukkan Tangan ke Saku Kursi Pesawat, Pramugari Ini Beri Tahu Alasannya

Mantan Awak Kabin Ini Ungkap Alasan Penumpang Sebaiknya Tidak Pakai Headphone Pesawat

Pramugari Ungkap Hal yang Harus Dilakukan Penumpang Saat Kondisi Darurat di Pesawat

Beli Tiket Pesawat Rute Penerbangan Domestik di Tiket.com, Ada Diskon hingga Rp 500.000

Beli Tiket Pesawat di Tiket.com Bisa Sekalian Rapid Test, Simak Ketentuannya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Syarat Terbaru Penumpang Pesawat dari dan ke Jakarta, Tak Pakai SIKM"

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved