Breaking News:

6 Hal yang Membuat Traveler Menunda Terbang di Tengah Pandemi Covid-19

PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat ada enam hal yang membuat para traveler menunda terbang di tengah pandemi Covid-19.

Instagram/dxb
Penumpang di Bandara Dubai 

Terkait hal ini, AP II memperkenalkan aplikasi Travelation untuk pengecekan dokumen secara digital.
Sebelum tiba di bandara, traveler dapat mengunggah dokumen ke Travelation untuk dilakukan pemeriksaan digital.

"Ini menyederhanakan jalannya prosedur namun tetap ketat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi AP II atas inovasi Travelation ini," kata Awaluddin.

3. Peraturan di daerah yang berbeda.

Di tengah pandemi, sejumlah daerah memiliki kebijakan guna mencegah penyebaran COVID-19. Misalnya, bagi traveler tujuan DKI Jakarta maka harus memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Kemudian, bagi penumpang tujuan Bali harus memiliki surat hasil PCR test.

"Kami dalam hal ini menyediakan berbagai informasi perjalanan terkini untuk rute domestik dan internasional, termasuk travel warning yang diberlakukan Indonesia dan negara-negara lainnya," ujar Awaluddin.

4. Kekhawatiran penyebaran Covid-19.

Menjawab kekhawatiran traveler tersebut, AP II memprioritaskan aspek kebersihan dan kesehatan di bandara-bandara yang dikelolanya.

Setiap harinya secara berkala di jam-jam yang ditetapkan telah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh wilayah terminal penumpang dan terhadap bagasi tercatat milik penumpang pesawat.

Selain itu, di Soekarno-Hatta saat ini juga sudah dioperasikan peralatan UV sterilizer untuk mensterilkan berbagai fasilitas seperti handrail eskalator dan travelator, serta guna mensterilkan bagasi tercatat saat melewati pemeriksaan x-ray dan pengambilan bagasi di baggage claim.

Bandara AP II juga menyediakan banyak hand sanitizer serta wastafel untuk mencuci tangan.
Penumpang pesawat juga wajib menggunakan masker selama penerbangan. Selain itu, seluruh kru pesawat juga menggunakan masker atau face shield.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved