Breaking News:

Kenang Kematian George Floyd, Pilot Ini Bikin Gambar Kepalan Tangan di Udara

Neonakis mengambil rute penerbangan yang sangat spesifik dengan membuat kepalan tangan di udara yang merupakan simbol gerakan 'Black Lives Matter'.

Twitter/@flightaware
Dimitri Neonakis membuat gambar kepalan tangan di udara saat ia menerbangkan pesawat di kawasan Nova Scotia, Kamis (4/6/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang pilot asal Kanada, Dimitri Neonakis, membuat gambar kepalan tangan di udara saat ia menerbangkan pesawat di kawasan Nova Scotia, Kamis (4/6/2020).

Saat itu, Neonakis mengambil rute penerbangan yang sangat spesifik dengan membuat kepalan tangan di udara yang merupakan simbol gerakan 'Black Lives Matter'.

Neonakis melakukan hal itu juga untuk mengenang George Floyd, seperti dilaporkan People.

Melalui akun Facebook-nya, Neonakis mengunggah foto rute penerbangannya dan menuliskan, "For George."

4 Tips Memilih Tempat Duduk Terbaik di Pesawat dari Seorang Pilot

Neonakis bercerita, ia terbang sejauh 330 mil untuk membentuk pola kepalan tangan tersebut.

Gambar kepalan tangan
Gambar kepalan tangan (7news.com.au)

"Ketika saya bisa bernapas bebas, kata-kata George Floyd 'saya tidak bisa bernapas' terngiang pada ingatan saya beberapa kali, ini adalah hal yang kontras," kenang Neonakis.

"Saya melihat dunia satu ras dalam berbagai warna. Ini adalah dunia yang saya lihat dan ini adalah pesan saya. Akhiri rasisme!" lanjutnya.

Melansir situs FlightAware, yang juga mengunggah video yang mendokumentasikan perjalanan Neonakis, penerbangan berlangsung selama hampir 2,5 jam.

Kepada CNN, Neonakis mengatakan, ini adalah caranya untuk menyampaikan dukungan, yaitu melalui udara.

"Meskipun tidak ada yang akan melihatnya, itu membuat saya merasa baik. Saya tahu itu untuk mereka, orang-orang yang tertindas selama bertahun-tahun," ujar Neonakis.

Ini bukan pertama kalinya Neonakis terbang dengan pesan mengharukan.

Demo Black Lives Matter
Demo Black Lives Matter (nbcnews.com)

Bulan lalu, Neonakis juga terbang untuk mengenang Kapten Jennifer Casey, seorang petugas urusan publik untuk tim akrobat udara Kanada yang meninggal karena kecelakaan.

"Saya tidak kenal Jenn. Kami bertemu di Debert. Dia menitipkan hadiah kepada saya untuk diberikan kepada anak-anak cacat yang terbang bersama saya. Kami akan mengingatnya," kenang Neonakis.

George Floyd merupakan pria berkulit hitam di Minneapolis, Amerika Serikat (AS), yang tewas setelah lehernya ditindih oleh seorang anggota kepolisian.

"Saya tidak bisa bernapas," merupakan kalimat terakhir yang diucapkan Floyd.

Akibat kejadian ini, gelombang protes pun bermunculan sebagai aksi untuk menuntut kematian George Floyd.

2 Penumpang Pesawat di Padang Positif Corona, Sebelum Terbang Surat Hasil Rapid Test Non-reaktif

Inilah 6 Hal yang Dipikirkan Pramugari Ketika Penumpang Mulai Naik ke Pesawat

Dua Turis Jerman Didenda Rp 11 Juta Karena Berenang di Kanal Venesia

Layanan Operasional Baru Bus TransJakarta per 8 Juni 2020 pada Masa PSBB Transisi

(TribunTravel.com/Sinta Agustina)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved