Breaking News:

5 Fakta Unik Segitiga Bermuda, Luas Sebenarnya Masih Menjadi Misteri

Para ilmuwan mulai meneliti tentang daerah tersebut setelah banyak kasus kapal dan pesawat hilang di Segitiga Bermuda.

iflscience.com
Segitiga Bermuda 

TRIBUNTRAVEL.COM - Berlokasi di Samudra Atlantik, Segitiga Bermuda telah menjadi topik diskusi hangat selama bertahun-tahun sejak dipopulerkan.

Para ilmuwan mulai meneliti tentang daerah tersebut setelah banyak kasus kapal dan pesawat hilang di Segitiga Bermuda.

Menariknya, beberapa bahkan menganggap Segitiga Bermuda berhantu.

Segitiga Bermuda telah merenggut banyak nyawa dan juga merenggut nyawa orang-orang yang datang mencari mayat orang-orang yang pada awalnya diserang olehnya.

TONTON JUGA

Tidak ada bukti kuat untuk membuktikan semua ini, tetapi Segitiga Bermuda cukup menarik untuk dibahas.

Dilansir TribunTravel.com dari laman listamaze.com, 5 fakta unik Segitiga Bermuda.

1. Undersea Test Center berlokasi di dekat Segitiga Bermuda

Pusat Tes dan Evaluasi Bawah Laut Atlantik Angkatan Laut Amerika Serikat berada di sekitar Segitiga Bermuda.

Suatu hal yang menarik untuk dicatat di sini adalah Vincent Gaddis menulis tentang segitiga Bermuda pada tahun 1964, dan pangkalan militer AUTEC mulai beroperasi pada 1966.

Ada kemungkinan bahwa pusat tersebut juga digunakan untuk menyelidiki kegiatan-kegiatan di Segitiga Bermuda.

Fasilitas ini dimasukkan ke dalam tindakan untuk menguji berbagai balistik dan melakukan penelitian bawah air.

Pusat penelitian mungkin menjalankan laporan untuk mengidentifikasi kasus yang dilaporkan di Segitiga Bermuda.

Angkatan Laut AS belum mengakui atau mengomentari peran mereka dalam hal ini, tetapi itu adalah suatu kemungkinan.

Fasilitas ini berisi tiga rentang uji utama, dan semuanya diselesaikan berdasarkan tonggak sejarah.

2. Terlepas dari Elemen Paranormal, Ada Juga Penjelasan Konkret

Ilustrasi lautan
Ilustrasi lautan (listamaze)

Samudra Atlantik adalah lautan terbesar kedua di dunia di belakang Samudra Pasifik.

Karena besarnya tempat itu, mungkin ada berbagai alasan atas penghilangan dan tabrakan ini.

Mungkin menarik untuk dicatat bahwa kesalahan manusia telah dikutip sebagai penyebab terbesar untuk kasus-kasus yang dilaporkan.

Ambil contoh kasus Harvey Conover.

Dia adalah seorang pengusaha yang menyerah pada murka badai di daerah itu semata-mata karena kesombongannya untuk berlayar dengan kapal pesiarnya selama kondisi cuaca yang buruk.

Letusan gunung berapi laut dalam yang spontan juga bisa menjadi penjelasan untuk kecelakaan seperti itu.

USS Cyclops yang tenggelam di daerah itu membawa beban berlebih yang menyebabkan akhirnya tenggelam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved