Masker hingga Kaus Kaki, 6 Benda Ini Bisa Dipakai Sebagai APD Saat Naik Pesawat

Perjalanan udara adalah salah satu hal pertama yang mulai dikurangi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan adanya pandemi virus Corona.

ufunk.net
Ilustrasi masker. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Perjalanan udara adalah salah satu hal pertama yang mulai dikurangi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan adanya pandemi virus Corona (Covid-19).

Meski tidak semua penerbangan dihentikan, namun sebagian besar maskapai penerbangan saat ini mengharuskan penumpang untuk mengenakan masker saat terbang.

Bahkan beberapa penumpang terlihat mengenakan sepatu boot plastik, googles, hingga jas hazmat untuk meminimalisir terinfeksi virus Corona.

Lantas apa yang perlu dipakai saat melakukan perjalanan udara saat pandemi Covid-19?

Kondisi Pesawat Penuh Sesak, Penumpang Ini Akui Frustasi dan Takut Selama Penerbangan

Dilansir TribunTravel dari laman Insider, Sabtu (23/5/2020), berikut sejumlah benda yang bisa dipakai sebagai alat perlindungan diri saat bepergian menggunakan pesawat:

1. Masker

Ilustrasi penumpang pesawat pakai masker di bandara.
Ilustrasi penumpang pesawat pakai masker di bandara. (ambinsurance.co.uk)

Masker adalah benda yang paling penting untuk dipakai dalam penerbangan traveler.

Menurut para ahli, masker kain dapat mencegah traveler menyebarkan kuman ke orang lain di ruang yang penuh sesak.

Sementara respirator N95 dapat membantu melindungi traveler dari percikan dan tetesan partikel dari batuk atau bersin.

Masker ini biasanya digunakan untuk para profesional medis atau orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien virus Corona. 

Masker kain mungkin menjadi alat pelindung paling populer saat ini, tetapi itu bukan satu-satunya pilihan.  

Para ahli sebelumnya mengatakan kepada Insider bahwa pelindung wajah bisa menjadi pilihan yang efektif untuk melindungi diri.

Topi dengan plastik mika bening yang menutupi muka misalnya, bisa menjadi alat perlindungan diri yang aman saat di bandara.

Topi ini dapat dengan mudah dibersihkan, dan membantu mencegah traveler untuk menyentuh wajah.

2. Sarung tangan

Ilustraai penumpang mengenakan sarung tangan di dalam pesawat
Ilustraai penumpang mengenakan sarung tangan di dalam pesawat (Instagram/cashframes)

Sarung tangan dapat membantu menjaga tangan traveler tetap bersih, tetapi hati-hati saat melepasnya.

CDC tidak merekomendasikan orang memakai sarung tangan karet setiap hari, karena banyak orang tidak tahu cara aman melepaskannya. 

Melepaskannya secara tidak tepat dapat membuat traveler dan orang lain terkena kuman lebih banyak, jadi biasanya lebih baik mencuci tangan sesering mungkin. 

Namun, jika mengenakan sarung tangan akan memberikan traveler ketenangan pikiran, traveler dapat melakukannya selama traveler berhati-hati.

Kalau tidak, sering menggunakan pembersih tangan yang setidaknya 62 persen alkohol dalam penerbangan adalah cara yang efektif untuk membunuh kuman sampai traveler dapat menemukan wastafel. 

Menurut CDC, traveler harus membersihkan tangan sebelum memegang sarung tangan dan mengenakannya. 

Hindari menyentuh wajah saat menggunakannya. 

Dr. Dean Winslow, seorang spesialis penyakit menular di Stanford Health Care, sebelumnya memberi tahu Business Insider bahwa ada teknik khusus yang harus digunakan saat melepas sarung tangan.

"Anda harus melepas sarung tangan dengan menjepit satu dari luar dengan satu tangan bersarung, dan menggunakan tangan bersih Anda untuk meraih di dalam sarung tangan untuk melepas yang lain," kata Winslow kepada Business Insider. 

"Bahkan setelah anda melakukan itu, dengan teknik yang baik, berlatih kebersihan tangan yang baik,"imbuhnya.

Setelah traveler melepasnya, letakkan sarung tangan di tempat sampah dan pastikan untuk membersihkan tangan lagi sebelum memakai yang lain.

3. Tisu desinfektan

Pastikan traveler membawa tisu desinfektan yang mengandung setidaknya  alkohol, hidrogen peroksida 0,5 persen, atau 0,1 persen natrium hipoklorit, seperti Lysol atau pemutih untuk saat penerbangan. 

Tisu desinfektan ini bisa digunakan untuk membersihkan semua area tempat duduk traveler dalam pesawat.

Tonton juga:

Jangan lupa untuk membersihkan tangan dengan cairan antiseptik setelah membersihkan area tempat duduk.

4. Tidak perlu pakai jas hazmat

Awak kabin Qatar Airways kenakan APD saat mengudara, Rabu (20/5/2020).
Awak kabin Qatar Airways kenakan APD saat mengudara, Rabu (20/5/2020). (dok. Qatar Airways via Insider.com)

Hazmat mungkin membuat traveler merasa lebih aman, tetapi para ahli sebelumnya mengatakan kepada Insider bahwa traveler tidak membutuhkannya untuk menjaga keamanan, karena satu set pakaian bersih saja sudah cukup.

"Ini (virus Corona) disebarkan oleh tetesan, jadi anda harus memikirkan apakah seseorang sedang batuk atau bersin ke arah anda, atau menyikat sesuatu dengan tetesan. Maka anda jangan menyentuh bagian pakaian itu dan menyentuh wajahmu," kata Dr. Sue Anne Bell, seorang ilmuwan perawat, praktisi perawat keluarga, dan profesor di Universitas Michigan.

Cara yang efektif untuk mencegah paparan virus Corona adalah dengan memasukkan pakaian yang dipakai selama penerbangan ke dalam kantong plastik begitu traveler tiba di lokasi baru.

 Jika traveler bisa, lakukan di pintu masuk atau di luar. 

Lepaskan sepatu traveler sebelum memasuki rumah. 

Traveler dapat meninggalkan sepatu di luar rumah atau di teras atau lorong dapat mencegah kuman masuk ke dalam rumah. 

Selanjutnya, pastikan untuk mandi dan mengenakan set pakaian yang bersih. 

Pastikan untuk mencuci pakaian traveler di mesin cuci dan pengering, semakin cepat semakin baik. 

5. Kacamata pelindung

Kacamata pelindung dapat mencegah traveler menyentuh mata.

Kacamata pelindung (Goggles) dikenakan oleh para profesional medis untuk menjaganya agar tetap aman dari partikel virus, dan juga bisa melindungi traveler saat melakukan penerbangan.

Linsey Marr, seorang ahli dalam penularan penyakit melalui udara di Virginia Polytechnic Institute, mengatakan kepada New York Times bahwa saat mengenakan masker untuk menutupi hidung dan mulut adalah persyaratan paling penting dari penerbangan traveler, termasuk mengenakan kacamata pelindung.

"Kacamata bukanlah ide yang buruk, terutama jika itu akan mencegahmu menyentuh matamu," kata Marr.

6. Kaus kaki

Kaus kaki
Kaus kaki (boldsky)

Pastikan untuk memakai kaus kaki agar kaki tidak menyentuh lantai bandara secara langsung.

Charles Gerba, seorang ahli mikrobiologi dan profesor di Universitas Arizona, mengatakan kepada CNBC bahwa orang-orang harus yakin mengenakan kaus kaki untuk mencegah penyebaran kuman.

7 Cara Aman Bepergian Naik Pesawat Selama Pandemi Covid-19

7 Kelakuan Menyebalkan Penumpang di Pesawat, Termasuk Meninggalkan Toilet Tanpa Disiram

Penumpang Pesawat Ini Keluhkan Penerbangan yang Penuh Sesak di Tengah Pandemi Corona

Jangan Sembarangan Pindah Kursi di Pesawat, Alasannya Berhubungan dengan Keselamatan

Imbas Pandemi Corona, Setiap Negara Punya Kebijakan Berbeda Soal Kursi Tengah di Pesawat

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved