Breaking News:

Fakta Unik Hagyul, Jeruk Khas Jeju yang Sedang Menjadi Tren di Korea Selatan

Namun, jeruk Jeju baru-baru ini berhasil menarik perhatian orang-orang di luar Pulau Jeju.

Instagram/_harim_market
Hagyul, Jeruk Khas Jeju 

"Jadi bagi saya, menjual hagyul adalah sejenis layanan yang disediakan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan,” lanjutnya.

Karena jumlah produksi yang terbatas, ia menjual hagyul berdasarkan aturan ‘siapa cepat dia dapat’. 

Para petani mulai memetik buat tersebut pada akhir April dan awal Mei setelah hujan musim semi terjadi, yang disebut oleh orang-orang lokal sebagai bracken rain karena tanaman akan tumbuh sangat cepat setelah hujan tersebut terjadi.

Di Pulau Jeju, pohon-pohon hagyul ditanam di dekat rumah-rumah warga atau berbagai bangunan, khususnya hanya untuk penghias semata.

Namun jeruk ini sendiri sudah lama jadi buah yang harus dimiliki oleh petani lokal.

Setelah jam kerja, para petani akan memetik buah tersebut dan membuat minuman menyegarkan seperti hagyul-ade atau mencampurnya dengan minuman lain untuk dibuat koktail.

Sementara hagyul sudah lama dikonsumsi petani Jeju, orang-orang di luar Pulau Jeju hanya baru-baru ini mengonsumsi sitrus ini.

Popularitas dari buah sitrus ini dimulai setelah resep-resep selai, minuman, dan saus yang dibuat dari hagyul muncul di televisi sekitar lima atau enam tahun lalu.

Di Jeju, Yang Nam-hee seorang petani sitrus yang berbasis di bagian barat Kota Seogwipo, mengatakan, buah ini populer di antara para pekerja kesehatan.

“Sebagian besar pelanggan setia saya bekerja di klinik atau rumah sakit. Saya tidak tahu kenapa pekerja kesehatan menyukai buah ini dari pada buah-buah lainnya,” ujar Nam-hee.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved