Breaking News:

Sempat Dihentikan Sementara, AirAsia Indonesia Dijadwalkan Beroperasi Mulai 7 Mei

Pesawat-pesawat AirAsia akan kembali mengudara pada bulan Mei ini, setelah lebih dari sebulan berhenti beroperasi.

Instagram/airasia_bhsindonesia
Maskapai penerbangan AirAsia. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pesawat-pesawat AirAsia akan kembali mengudara pada bulan Mei ini, setelah lebih dari sebulan berhenti beroperasi.

Demikian diumumkan pihak manajemen AirAsia , dalam siaran pers pada awal bulan Mei ini.

Sebagaimana dilansir laman Business Traveller, AirAsia Indonesia termasuk yang akan kembali beroperasi pada pekan ini.

Mereka dijadwalkan terbang pada Kamis (7/5) besok.

Sementara AirAsia Thailand sudah terbang pada 1 Mei kemarin, dan AirAsia India pada 4 Mei 2020.

AirAsia Filipina baru akan mengudara kembali pada 16 Mei 2020.

AirAsia Tarik Aturan Bagasi Kabin Menjadi 7 Kilogram Tiap Penumpang

Rute yang dibuka

 Meski sudah menetapkan tanggal, namun pihak AirAsia belum mengumumkan secara detail rute-rute yang akan mereka terbangi.

"Rute yang dibuka kembali adalah rute domestik yang benar-benar dibutuhkan. Setelah itu secara perlahan-lahan rute-rute lainnya akan dibuka kembali, termasuk rute internasional. Namun penerbangan internasional ini tergantung dari perkembangan situasi, yakni ketika larangan bepergian sudah dicabut oleh pemerintah setempat, dan perbatasan sudha dibuka kembali," bunyi pernyataan dalam siaran pers AirAsia .

Pihak maskapai yang didirikan Tony Fernandes juga menyatakan sudah membuka kembali pemesanan tiket di situs airasia.com.

Penumpang yang mendapat kredit poin, sebagai pengganti tiket penerbangan yang dibatalkan, bisa menggunakan poin tersbeut untuk memesan tiket baru.

Wajib pakai masker

Dalam siaran pers tersbeut, pihak AirAsia mengingatkan para calon penumpang bahwa mereka memberlakukan aturan baru dalam penerbangan di awal bulan ini.

Alasannya, wabah virus corona belum benar-benar berakhir, sehingga mereka harus melakukan tindakan antisipasi.

Karena itu, para penumpang wajib membawa masker sendiri karena pihak maskapai tak menyediakannya. Penumpang tanpa masker tak akan diperbolehkan naik ke pesawat.

Masker itu harus dikenakan begitu calon penumpang tiba di bandara, selama penerbangan, dan sampai meninggalkan bandara di kota tujuan.

Aturan lainnya tentang bagasi kabin, yakni penumpang hanya diperbolehkan membawa satu tas ke kabin.

Tas tersebut tak boleh melebih ukuran 40 cm x 30 cm x 10 cm. Beratnya pun tak boleh melebih 5 kilogram (kg).

Dasar pertimbangan mereka, agar bawaan penumpang tak bersenggolan dengan bawaan penumpang lainnya.

Kemudian pihak maskapai akan menerapkan pembatasan sosial, mulai dari saat penumpang check-in, di ruang tunggu, dan selama penerbangan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved