Breaking News:

7 Fakta Unik Turbulensi, Ternyata Pilot Tahu saat Pesawat Akan Mengalami Guncangan

Tribun Travel merangkum tujuh fakta terkait turbulensi yang sering terjadi ketika pesawat sedang terbang.

unsplash/juliandufort
Ilustrasi pesawat mengalami turbulensi 

TRIBUNTRAVEL.COM - Beberapa orang pernah mengalami rasa takut di pesawat ketika terjadi guncangan karena turbulensi.

Turbulensi saat terbang sebenarnya menjadi hal umum.

Sayangnya turbulensi masih menyebabkan penumpang takut dan panik.

Turbulensi bukanlah hal yang berbahaya dalam dunia penerbangan.

7 Hal Ini Diam-diam Diperhatikan Pramugari saat Penumpang Masuk ke Pesawat

Dilansir dari cntraveler, Tribun Travel merangkum tujuh fakta unik turbulensi yang sering terjadi ketika pesawat sedang terbang.

1. Turbulensi Tidak Berbahaya

Turbulensi relatif umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya, tetapi fenomena ini memang membuat penerbangan terasa tidak nyaman.

Ada berbagai tingkat dan jenis turbulensi yang disebabkan oleh sejumlah faktor.

Sebab, di langit ada arus naik dan turun dari awan petir, arus termal, atau turbulensi udara cerah (CAT/Clear Air Turbulence) yang timbul dari kecepatan atau arah angin yang berubah dengan cepat.

2. Cedera Karena Turbulensi Pernah Terjadi, Tapi Jarang

Federal Aviation Administration mengatakan, sekitar 58 penumpang pesawat terluka akibat turbulensi setiap tahunnya.

Dua pertiga dari jumlah itu adalah pramugari atau penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman ketika turbulensi terjadi.

Ini berarti sekitar 20 dari 800 juta penumpang yang terbang setiap tahunnya di Amerika Serikat terluka karena turbulensi.

Dan itu biasanya terjadi pada ketinggian 30.000 kaki atau lebih.

Ilustrasi interior bagian dalam kabin pesawat
Ilustrasi interior bagian dalam kabin pesawat (Unsplash/t_kiman)

3. Pilot Tahu Kapan Turbulensi akan Terjadi

Dalam banyak kasus, pilot bisa mengetahui adanya kondisi bergejolak yang ada depan.

Kemudian, pilot dapat menyalakan tanda memasang sabuk pengaman saat pesawat mendekatinya.

Pilot juga dibantu oleh laporan cuaca sebelum penerbangan, radar kokpit, dan laporan dari pesawat lain di daerah yang berturbulensi.

4. Intensitas Frekuensi Turbulensi pada Udara Cerah Meningkat

Menurut para ilmuwan, jumlah turbulensi udara cerah meningkat dibandingkan saat cuaca buruk.

Bahkan peningkatan turbulensi pada udara cerah menjadi dua kali lipat  karena pemanasan global.

Jadi, akibat pemanasan global, semakin sering penerbangan yang menghadapi turbulensi udara cerah.

5. Turbulensi Tidak Menyebabkan Pesawat Jatuh

Meskipun mungkin terasa mengerikan, tidak peduli seberapa parah turbulensi, keselamatan pada pesawat saat turbulensi sebenarnya tidak perlu diragukan lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved