Breaking News:

Aktivitas Pendakian Gunung Everest Ditutup, Sherpa Tidak Punya Penghasilan

Para sherpa mengatakan mereka menghadapi masalah yang rumit, yakni menghidupi keluarga mereka.

Editor: Sinta Agustina
Global Crossroad
Everest Base Camp 

“Dengan batalnya musim, tidak ada orang yang mendapatkan pekerjaan. Mulai dari penerbangan, pertokoan, hingga kuli angkut. Benar-benar tidak ada pekerjaan,” katanya.

Sementara itu, Damian Benegas yang pernah memandu beberapa tim di Everest selama hampir dua dekade mengatakan bahwa terdapat beberapa pekerja yang paling terpukul.

Adapun pekerja yang dimaksud Benegas adalah para kuli angkut dan juru masak yang membuat ekspedisi tetap berjalan.

“Mereka tidak memiliki penghasilan cadangan atau kontrak apapun yang harus dijaga oleh para penyelenggara ekspedisi,” kata Benegas.

Akibat penangguhan pendakian Gunung Everest tersebut setidaknya ada potensi kehilangan 4 juta dollar AS atau setara dengan Rp 63,8 miliar.

Uang tersebut berasal dari pendapatan izin pendakian.

LIHAT JUGA:

Izin untuk mendaki Gunung Everest dikenakan 11.000 dolar AS atau setara dengan Rp 175 juta per satu orang pendaki.

Nilai tersebut belum termasuk perputaran ekonomi karena para pendaki.

Pendakian Gunung Everest di Nepal Ditutup Sementara Karena Virus Corona

Nepal Larang Penggunaan Plastik Bagi Pendaki Gunung Everest

Aturan akan Diperketat, Ini yang Perlu Kamu Persiapkan untuk Mendaki Gunung Everest

11 Orang Tewas Setelah Terjebak Kemacetan di Gunung Everest

Aturan Mendaki ke Puncak Everest akan Diperketat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Izin Pendakian Gunung Everest Ditangguhkan, Sherpa Tidak Punya Pendapatan.

 
 

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved