Breaking News:

Google Rilis Data Lokasi 131 Negara, Jumlah Orang Bepergian di Seluruh Dunia Turun Drastis

Google mengumpulkan data dari perangkat pengguna untuk mengungkap kondisi berbagai negara saat wabah virus corona.

NET
Jalan Unik di Google Maps 

TRIBUNTRAVEL.COM - Google mengumpulkan data dari perangkat pengguna untuk mengungkap kondisi berbagai negara saat wabah virus corona.

Data yang dikumpulkan perusahaan raksasa teknologi dunia ini diterbitkan secara online dan dibandingkan dengan kondisi sebelum virus corona menyebar ke seluruh dunia.

Berikut Traveler bisa melihat data yang dikumpulkan Google di sini : COVID-19 Community Mobility Reports

Dilansir TribunTravel dari laman Dailymail, Sabtu (4/4/2020), data diambil dari 131 negara berbeda dan membaginya ke dalam beberapa aspek, di antaranya kunjungan orang ke toko, taman, tempat kerja, stasiun, apotek dan kantor.

Sayangnya, saat ini data dari China tidak tersedia karena ada larangan pemerintah kepada Google.

Diketahui ada lebih dari satu juta kasus infeksi virus corona dan lebih dari 50 ribu orang meninggal di China.

Video Pria Pakai Kostum Rilakkuma di Tengah Pandemi Virus Corona Viral di Medsos

Sementara wilayah lain di luar China dengan angka penularan tinggi di antaranya Spanyol, Italy dan New York mengalami penurunan drastis dalam mobilitas publik.

Pusat berbelanjaan dan rekreasi di Lombardy, wilayah yang terkena dampak virus corona di Italia Utara, anjlok hingga 95 persen.

Sementara perjalanan orang ke taman di Madrid berkurang hingga 92 persen.

London dan New York, yang menjadi pusat keramaian dunia, juga mengalami jumlah penurunan signifikan orang-orang yang bepergian.

Landmark tersibuk di London sepi setelah lockdown akibat virus corona
Landmark tersibuk di London sepi setelah lockdown akibat virus corona

Data Google mengungkapkan penurunan 80 persen dalam perjalanan transit di London.

Demikian pula yang terjadi pada warga New York yang bepergian ke toko ritel turun 32 persen.

Analisis Google terhadap data lokasi dari milyaran pengguna adalah data publik terbesar untuk membantu otoritas kesehatan menilai efektifitas tindakan lockdown.

Seperti Google, Facebook juga punya milyaran pengguna yang berbagi data lokasi, tetapi tidak secara publik.

Jumlah orang bepergian ke taman di Madrid berkurang setelah kota dikunci
Jumlah orang bepergian ke taman di Madrid berkurang setelah kota dikunci (dailymail)

Data dalam laporan Google berasal dari pengguna yang mengaktifkan fitur "riwayat lokasi" pada aplikasi Google di ponsel mereka.

Saat ini, China, Singapura, Korea Selatan, dan negara-negara lain telah meminta warganya menggunakan aplikasi dan teknologi lainnya untuk melacak kepatuhan mereka terhadap karantina.

Tetapi, aktivis privasi berpendapat bahwa tindakan semacam itu dapat membahayakan kebebasan individu.

Sementara itu, Google mengatakan telah melakukan langkah-langkah teknis untuk menjamin privasi pengguna sehingga tidak ada individu yang bisa diidentifikasi dalam laporan tersebut.

Pandemi Virus Corona, Ini Daftar Hotel yang Tutup sementara

Cegah Penyebaran Virus Corona, PT KAI Sediakan Wastafel Portable di Sejumlah Stasiun KRL

3 Aksi Konyol Pria di Tengah Pandemi Virus Corona, Ada yang Pakai Kostum T-Rex di Bandara

8 Tips Cegah Tertular Virus Corona Saat naik KRL, Jangan Lupa Bawa Hand Sanitizer

TribunTravel.com/rizkytyas

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved