Breaking News:

Imbas Covid-19 di Bali, Art Shop Tutup hingga Okupansi Hotel Menurun

Wabah Covid-19 atau virus Corona sudah sangat memukul perekonomian warga di Bali terutama yang berkaitan dengan pariwisata.

Editor: Arif Setyabudi Santoso
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo
Para wisatawan nusantara maupun mancanegara memenuhi pelataran obyek wisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/11/2015). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Wabah Covid-19 atau virus Corona sudah sangat memukul perekonomian warga di Bali terutama yang berkaitan dengan pariwisata.

Di Ubud, Gianyar contohnya, selama ini hampir 80 persen warga sangat mengandalkan pariwisata.

Dengan mewabahnya Covid-19, dan tidak adanya kunjungan wisatawan, mengakibatkan warga yang bergantung penuh pada pariwisata kini kesulitan ekonomi.

Seperti, pemilik art shop hingga sopir transportasi pariwisata.

Seorang warga Desa Padangtegal, I Putu Tucah mengatakan, sejumlah art shop di Padangtegal sudah memilih tutup, karena tidak adanya wisatawan yang berbelanja.

Tak hanya itu, para sopir konvensional yang mengandalkan wisatawan juga tidak memiliki pemasukan.

Cegah Penyebaran Covid-19, Festival Seni Terbesar di Bali Dibatalkan

"Art shop ada yang buka dan ada yang tutup. Tidak ada pemasukan sama sekali. Gula pun terasa pahit sekarang," ujar pria karib disaba Tucah, yang selama ini bekerja sebagai sopir freelance.

Pihaknya berharap kondisi ini bisa cepat berakhir. Dan, berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk membantu masyarakat secara ekonomi.

"Semoga ada kebijakan dari pemerintah, karena ekonomi saat ini sangat sulit. Semoga situasi kembali pulih," harapnya.

Okupansi Hotel Nusa Dua Tinggal 30 Persen

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved