Selain Dilarang Naik Pesawat, Kenapa Wanita Hamil Tak Boleh Naik Kapal Pesiar?

Liburan dengan kapal pesiar menjadi impian bagi sebagian orang. Tapi tahukah traveler, jika kapal pesiar memiliki aturan ketat yang harus dipatuhi?

Selain Dilarang Naik Pesawat, Kenapa Wanita Hamil Tak Boleh Naik Kapal Pesiar?
royalcaribbean.com
Kapal pesiar 

TRIBUNTRAVEL.COM - Liburan menggunakan kapal pesiar mungkin menjadi impian bagi sebagian orang.

Menikmati suasana laut dengan kapal pesiar tentu menyenangkan dan memberi kesan tersendiri.

Tapi tahukah traveler, kapal pesiar juga memiliki aturan ketat yang harus dipatuhi penumpangnya.

Satu di antaranya yakni larangan bagi wanita hamil untuk naik kapal pesiar.

Adam Coulter, Manajer Editor UK dari Cruise Critic mengatakan pada Express.co.uk, wanita hamil dilarang naik kapal pesiar.

Gagal Liburan Naik Kapal Pesiar, Pasangan Ini Nikmati Sensasi Berlayar di Ruang Tamu

Namun, lanjut Adam, wanita hamil bisa naik kapal pesiar dengan surat keterangan sehat dari dokter serta usia kandungan berada di trimester pertama atau kedua.

"Jika Anda (wanita hamil) memiliki kandungan yang sehat dan diberi ijin oleh dokter, maka kami (pihak kapal pesiar) akan menerima wanita dengan usia kandungan pada trimester pertama atau kedua," jelas Adam.

Ilustrasi kapal pesiar
Ilustrasi kapal pesiar (Travelandleisure)

Meski demikian, kapal pesiar memiliki kebijakan untuk melarang wanita hamil dengan usia kandungan pada trimester ketiga.

Kebijakan ini diberlakukan untuk mengurangi potensi komplikasi kehamilan dan kemungkinan kelahiran prematur.

"Ada kebijakan pelayaran yang membatasi perjalanan wanita hamil di usia kandungan trimester ketiga, karena potensi komplikasi kehamilan dan kemungkinan kelahiran prematur," kata Adam.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan jika tren babymoon menggunakan kapal pesiar banyak diincar.

Tonton juga:

Namun perlu diketahui, menghabiskan waktu babymoon di kapal pesiar bukan menjadi pilihan yang tepat.

Seperti yang dijelaskan Adam, "Kapal pesiar telah menerapkan kebijakan larangan bagi penumpang wanita hamil. Kebijakan ini tentu mempertimbangkan keselamatan dan kesejahteraan ibu dan bayi. Karena sebagian besar jalur pelayaran tidak ramah dan aman untuk merawat bayi yang dilahirkan secara prematur."

Meski pelayaran menawarkan staf medis di atas kapal, termasuk tenaga medis yang terlatih, tapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk merawat bayi yang baru lahir.

"Kapal pesiar setidaknya memiliki satu dokter dan dua perawat. Banyak kapal besar yang berlayar dengan dua dokter dan tiga hingga empat perawat. Memang menjadi aturan ketat bahwa semua kapal pesiar harus memiliki tenaga medis yang siap siaga 24 jam," ungkap Adam.

Semua tenaga medis di kapal pesiar harus memiliki pengalaman, namun mereka tidak memiliki peralatan selengkap dokter di rumah sakit.

"Dokter di kapal pesiar tidak bisa mengobati penyakit atau cedera dengan maksimal, karena mereka tidak memiliki sumber daya dan fasilitas medis layaknya di rumah sakit," jelas Adam.

Adam menambahkan, "Akibatnya, pasien dengan sakit parah atau mereka yang perlu penanganan serius harus dievakuasi dengan kapal tender atau helikopter ke rumah sakit terdekat."

Dalam skenario terburuk, jika sesuatu yang tidak terduga terjadi selama atau setelah persalinan ibu hamil, awak kapal pesiar mungkin tidak bisa membantu dan hanya bisa menunggu transportasi penyelamatan yang memiliki konsekuensi besar.

Terlebih lagi, kebutuhan akan bantuan medis darurat atau perawat tentu bisa menimbulkan biaya yang besar.

Inilah alasan kenapa wanita hamil dilarang naik kapal pesiar dengan alasan apapun.

Kapal Pesiar Ini Gambar Pola Berbentuk Senyum Lebar Sebagai Hadiah untuk Para Penumpang

Kru Kapal Ungkap Fakta Mengejutkan Tentang Biaya Hidup di Kapal Pesiar

Curhat Pramugari Jet Pribadi dan Kapal Pesiar Mewah, Harus Serba Bisa Layani Penumpang Kaya

5 Kejadian Tak Terduga di Kapal Pesiar, Kebakaran hingga Penumpang yang Jatuh

Gara-gara Virus Corona, 4 Negara Tolak Sandar Kapal Pesiar Amerika, 2000 Penumpang Terombang-ambing

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved