Breaking News:

Fakta Unik Ojigi, Tradisi Membungkukkan Badan di Jepang yang Punya Banyak Makna

Dikutip TribunTravel dari laman Trip Savvy, membungkukkan badan dikenal dengan istilah 'ojigi' di Jepang.

jp.bloguru.com
Ojigi atau membungkukkan badan di Jepang. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Budaya membungkukkan badan sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.

Jika traveler berencana liburan ke Jepang, penting untuk mengetahui tata cara membungkuk yang baik.

Dikutip TribunTravel dari laman Trip Savvy, membungkukkan badan dikenal dengan istilah 'ojigi' di Jepang.

Di Jepang, orang-orang biasa saling menyapa dengan cara membungkukkan badan, bukan lewat jabat tangan.

Sehingga, akan dianggap tidak sopan jika seseorang tidak membalas membungkukkan badan kepada orang lain yang menyapanya dengan cara ini.

 Penyakit Tak Biasa di Jepang Ini Buat Penderitanya Takut Bertemu Orang Lain

Jadi, sebaiknya traveler menyimak fakta tentang ojigi alias tradisi membungkukkan badan di Jepang yang dirangkum TribunTravel.com dari laman Trip Savvy berikut.

1. Fungsi Ojigi

Membungkukkan badan meski hanya sekali memiliki berbagai fungsi dan makna di Jepang.

Bisa untuk mengekspresikan perasaan hormat, terima kasih, meminta maaf, memberi salam, dan masih banyak lagi.

Dengan kata lain, ketika orang Jepang membungkukkan badan, mereka dapat menggunakan gestur ini untuk mengatakan banyak hal.

TONTON JUGA

Seperti, terima kasih, maaf, halo, selamat tinggal, selamat datang, memberi ucapan selamat, permisi, selamat malam, atau selamat pagi.

Di negara lain, sangat jarang bagaimana satu gestur tubuh yang sama dapat menyampaikan berbagai macam perasaan seperti ojigi.

2. Cara membungkukkan badan yang berbeda.

Membungkukkan badan memang terlihat seperti hal yang mudah dilakukan.

Namun, tidak untuk ojigi.

Para pejabat asing yang berkunjung ke Jepang biasanya menerima pelatihan tentang tata cara membungkukkan badan yang baik.

Termasuk mengenali konteks di mana saja seseorang diharuskan membungkukkan badan.

Cara membungkukkan badan juga tergantung pada status sosial atau usia orang yang kamu beri salam.

Jika orang itu lebih tua atau memiliki status sosial yang lebih tinggi, kamu harus membungkukkan badan lebih dalam dan lama untuk menunjukkan rasa hormat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved