Breaking News:

5 Fakta Ogoh-ogoh, Seni Patung yang 'Dipamerkan' Saat Hari Raya Nyepi di Bali

Hari Raya Nyepi dirayakan umat Hindu di Bali dengan beragam tradisi. Salah satunya dengan membuat ogoh-ogoh.

Instagram/@komplikasi_bali
Ogoh-ogoh 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hari Raya Nyepi dirayakan umat Hindu di Bali dengan beragam tradisi.

Salah satunya dengan membuat ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh merupakan seni patung yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala dalam kebudayaan Bali.

Mengutip dari Tribun Bali, para pemuda Bali sedang mempersiapkan ogoh-ogoh di banjar mereka masing-masing.

Ogoh-ogoh itulah yang nantinya akan diarak keliling desa saat hari pengerupukan atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi, yang tahun ini jatuh pada 25 Maret 2020.

Diolah dari berbagai sumber, berikut adalah lima fakta tentang ogoh-ogoh di Bali:

Mengenal Mebuug-buugan, Tradisi Perang Lumpur di Perayaan Hari Raya Nyepi

1. Tak Berkaitan dengan Tawur Kesanga

Pengarakan ogoh-ogoh biasanya dilakukan usai digelarnya prosesi Tawur Kesanga atau ‘Nyomyang Bhuta’.

Ogoh-ogoh sebenarnya tidak memiliki hubungan langsung dengan perayaan Hari Raya Nyepi.

Artinya, meskipun pawai ogoh-ogoh ditiadakan, perayaan Hari Raya Nyepi tetap dapat berjalan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved