Breaking News:

Fakta Unik Pemakaman Desa Trunyan, Mayat Dibiarkan Tergeletak di Tanah hingga Timbulkan Aroma Harum

Desa Trunyan di Kecamatan Kintamani, Bali terkenal dengan proses pemakaman yang dianggap cukup unik.

KLOOK
Desa Trunyan Bali 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ritual pemakaman di suatu wilayah terkadang terlihat sangat unik jika dilihat dari mata orang-orang dari wilayah lain.

Apalagi jika wilayah yang dimaksud adalah Bali yang memang dikenal sangat kental dengan tradisinya.

Contohnya adalah Desa Trunyan di Kecamatan Kintamani, Bali, yang terkenal dengan proses pemakaman yang dianggap cukup unik.

Bagaimana tidak, tubuh manusia yang telah meninggal tidaklah dikubur dan dikremasi sebagaimana mestinya, melainkan dibiarkan terbuka dan membusuk begitu saja.

Jenazah akan diletakan di tempat pemakaman Seme Wayah.

Untuk menuju ke Seme Wayah hanya dapat ditempuh dengan jalur atau atau menyebrangi Danau Batur.

Di sana, pengunjung akan melihat banyak tulang yang berjejer, tebaran uang, hingga barang-barang lain yang akan dibiarkan bersama jenazah tersebut.

Beberapa jenazah akan dibaringkan dalam sangkar bambu untuk menghindari hewan buas.

10 Destinasi Wisata untuk Diskon Tiket Pesawat hingga 50 Persen, Ada Batam hingga Bali

Ketika semua sangkar sudah penuh, maka jenazah yang paling lama akan dibuang untuk memberi ruang bagi mayat baru dengan meletakannya di atas tumpukan.

Ketika tubuh mayat sudah hancur akibat panas matahari, tulang-tulangnya akan ditempatkan di sebuah altar di bawah pohon suci.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved