Breaking News:

9 Fakta Hari Raya Galungan dan Kuningan Umat Hindu di Bali yang Sarat Makna

Sebelum menyaksikan secara langsung perayaan Galungan dan Kuningan di Bali, berikut 9 fakta Hari Raya Galungan dan Kuningan

Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Rabu (26/12/2018). Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan kebenaran (dharma) atas kejahatan (adharma) yang dirayakan setiap enam bulan sekali dengan melakukan persembahyangan di tiap-tiap pura. 

Pada hari itu, umat Hindu di Bali akan menghabiskan waktu dengan mengunjungi keluarga mereka dari satu rumah ke rumah lain.

Biasanya, mereka juga akan liburan bersama dengan mengunjungi sejumlah tempat di Bali.

Dua di antaranya yaitu Bedugul dan Tanah Lot.

7. Kuningan dirayakan 10 hari setelah Galungan

Umat Hindu berdoa di pura
Umat Hindu berdoa di pura (balispirit.com)

Hari Raya Kuningan akan dirayakan 10 hari setelah Hari Raya Galungan.

Umat Hindu percaya, saat Kuningan, Tuhan akan memberikan berkat kepada semua orang yang ada di Bumi.

8. 11 hari setelah Kuningan disebut Manis Kuningan

Suasana kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (7/6/2019).
Suasana kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (7/6/2019). (Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan)

Selain Manis Galungan, ada juga perayaan Manis Kuningan.

Sama halnya dengan Manis Galungan, saat Manis Kuningan umat Hindu akan berlibur bersama sanak saudara mereka.

9. Sekolah-sekolah di Bali diliburkan selama 2 minggu

Galungan dan Kuningan di Bali berlangsung selama 10 hari.

Tak heran jika sekolah-sekolah di Bali diliburkan selama 2 minggu untuk menyambut Galungan dan Kuningan.

(TribunTravel.com/Sinta Agustina)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved