Breaking News:

Ngurek, Tradisi Melukai Diri Saat Perayaan Galungan di Bali

Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, ada banyak upacara adat dan tradisi yang dilakukan umat Hindu di Bali, satu di antaranya adalah Ngurek.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Instagram/@balikami
Tradisi Ngurek saat Hari Raya Galungan di Bali. 

Mengutip dari Bali Spirit, Hari Raya Galungan dan Kuningan biasanya ditandai dengan adanya penjor atau janur kuning yang dipasang di sepanjang jalan.

Penjor biasanya terbuat dari batang bambu yang dihiasi dengan daun kelapa, padi, dan kotak khusus untuk sesaji yang disebut canang.

Diwartakan Tribun Bali, penjor merupakan lambang Bhatara Mahadewa yang beristana di Gunung Agung atau Bhatara Siwa.

Penjor-penjor tersebut ditancapkan di depan pintu masuk saat Penampahan sore agar saat Galungan masih dalam keadaan segar.

2. Memotong babi

Sehari sebelum Hari Raya Galungan, umat Hindu akan merayakan Penampahan.

Pada saat Penampahan, umat Bali akan menyembelih babi sebagai wujud syukur.

Menurut Wakil Ketua PDHI Bali Pinandita Ketuk Pasek Swastika, memotong babi saat Penampahan bermakna untuk mengalahkan sad ripu atau enam sifat manusia, seperti dilansir dari Tribun Bali.

Daging babi tersebut tidak dinikmati, namun juga dihaturkan kepada Tuhan karena semuanya itu ciptaan-Nya.

"Memotong babi wajib saat Penampahan kalau terkait dengan Galungan," tambah Pinandita.

3. Tradisi Ngejot

Tradisi Ngejot di Bali, Rabu (25/12/2019)
Tradisi Ngejot di Bali, Rabu (25/12/2019) (Instagram/arkhipelagos)

Ngejot berarti memberi atau berbagi pada orang lain.

Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang Galungan sampai pada saat Galungan berlangsung.

Dilansir dari Tribun Bali, biasanya yang dibagikan berupa buah, jajan, maupun olahan daging saat Penampahan.

Tradisi ini bertujuan untuk semakin mempererat persaudaraan.

4. Tradisi Ngurek

Ngurek berasal dari kata 'urek' yang dalam bahasa Indonesia berarti melubangi atau menusuk.

Dalam tradisi Ngurek, biasanya akan ada beberapa orang yang berada dalam kondisi kerasukan.

Saat itu, mereka akan menggunakan senjata tajam untuk melukai diri.

Salah satu senjata tajam yang digunakan adalah keris suci yang disebut luk kesiman.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved